IDI – DELINEWS : Menyikapi 24 Kabupaten Aceh Timur, dilanda bencana
banjir terhitung sejak pertengahan Desember tahun ini, persisnya Rabu
pekan lalu (17/12). Sehingga bencana tersebut, mengakibatkan rusaknya
sejumlah infrastruktur maupu fasilitas pelayanan umum, termasuk harta
benda milik warga. Akhirnya, Kabupaten Aceh Timur hingga akhir tahun ini
(30/12), dinyatakan berstatus “Masa tanggap darurat bencana banjir”.
Demikian Bupati Aceh Timur Hasballah HM Thab, kepada wartawan sa’at
meninjau beberapa kawasan bencana, belum lama ini.
Total
24 kecamatan se Kabupaten Aceh Timur, berstatus masa tanggap darurat
bencana banjir terhitung (17 hingga 30/12) tahun ini, di antaranya
Madat, Pante Bidari, Simpang Ulim, Julok, Indra Makmur, Darul Falah,
Nurussalam, Darul Aman, Idi Rayeuk, Idi Rayeuk, Banda Alam, Idi Timur,
Peudawa, Peureulak Barat, Ranto Peureulak, Peunaron, Serbajadi,
Peureulak Kota, Peureulak Timur, Sungai Raya, Ranto Selamat, Birem
Bayeun dan Simpang Jernih. Dan 5 kecamatan di antaranya tercatat sebagai
kawasan bencana paling terparah, masing – masing kawasan Peureulak
Kota, Ranto Peureulak, Julok, Indra Makmur termasuk Pante Bidari.
LUMPUH TOTAL :
Sedangkan
beberapa titik longsor, sebagai dampak bencana banjir yang melanda
Kabupaten Aceh Timur menjelang penutupan tahun ini. Di antaranya kawasan
Banda Alam, Serbajadi, Peunarun, Ranto Peureulak dan Kecamatan Birem
Bayeun. Catatan Delinews sementara, sejak banjir melanda 24 kecamatan se
Kabupaten Aceh Timur, (hingga di hari ke 10). Bencana merusak sejumlah
fasilitas umum berupa urat nadi perlalulintasan, termasuk jembatan serta
terendamnya ratusan gedung sekolah di sana.
Ironinya,
bencana banjir tidak saja melumpuhkan seluruh aktifitas belajar
mengajar, di 24 kecamatan se Kabupaten Aceh Timur selama sepekan
terakhir. Namun bencana di penghujung tahun ini, berdampak buruk
terhadap kelancaran pelayanan kesehatan di sana. Akibat gedung Puskesmas
di kawasan Banda Alam dan Darul Aman tak lagi dapat difungsikan
melayani pasien, yang butuh pertolongan medis. Namun para medis segera
tanggap, mengingat pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mutlak setiap
orang, sekalipun pihak personal puskesmas harus membuka praktiknya di
rumah penduduk yang terdekat.
MENGUNGSI
Keterangan
terpisah dihimpun Delinews, ketinggian air menggenangi di sejumlah
perkampungan warga, mencapai 40 centimeter hingga 2 meter. Justeru
rawannya medan bencana dan diperkirakan dapat menimbulkan bahaya
terhadap keselamatan warga di sejumlah kawasan. Sekitar 45.515 jiwa
warga, harus diungsikan ke berbagai meunasah, yang diprediksi masih aman
untuk dijadikan hunian sementara. Sambil menunggu, luapan banjir
menurun dari ketinggian tersebut di atas. Demikian tegas, Syahrizal
Fauzi,S.STP, MAP, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Aceh Timur, menyikapi konfirmasi Delinews di kawasan bencana.
Namun
Syahrizal tidak pungkiri, bencana banjir yang melanda 181 desa
tersebut, menghanyutkan sejumlah rumah milik penduduk. Di antaranya
terdapat di Desa Idi Rayeuk, Banda Alam, Idi Timur, Peureulak, Ranto
Peureulak termasuk Pante Bidari. Dengan catatan tiap kawasan bencana di
atas, terjumlah 1 unit perumahan penduduk hilang ditelan banjir.
Mengutip laporan di berbagai kecamatan di Posko Bencana Aceh Timur,
banjir yang melanda daerah ini sekitarnya tergolong parah.
Mengakibatkansejumlah jalan negara dibeberapa titik, sempat mengalami
hambatan berlalu lintas alias tidak lancar.
Informasi
terakhir diperoleh Delinews, via Posko Bencana Aceh Timur Jumat kemarin
(26/ 12). Hingga hari ke 10 bencana banjir, pemerintah setempat melalui
posko berhasil luncurkan bantuan terhadap para korban berupa beras
65.115 kilogram, gula 1.183 kilogram, minyak goreng 1.151, ikan sarden
765 kaleng, 288 kotak air mineral, 1.257 kotak mie instan, 14.640 butir
telur, 176 kiloram bawang, 80 kilogram wortel, 130 pak bubuk teh, 58 pak
roti unibis, 95 kilogram kentang, 468 kilogram ikan asin dan 71 botol
kecap.“Bantuan tersebut akan diluncurkan secara kontinu, berdasarkan
laporan pihak kecamatan,” tegas Rudi Selamat Kabag Kesra Sekretaris
Daerah Kabupaten Aceh Timur di Posko Bencana mengakhiri wawancara.
(ROBBY GUNAWAN SINAGA/y)
![]() |
| Bupati Aceh Timur Hasballah HM.Thaib, ketika meninjau lokasi banjir di kota pereulak. (DELINEWS/ROBBY GUNAWAN SINAGA/y) |
![]() |
| Mobil Double Cabin yang ditumpangi Bupati Aceh Timur Hasballah HM Thaib ketika mengharungi banjir melanda Kota Pereulak. (DELINEWS/ROBBY GUNAWAN SINAGA/y) |
.jpg)
.jpg)
