• RSS
  • Twitter
  • Facebook

Banner 468 X 60

Tayangan Berita Terbaik Dirangkum Khusus Untuk Anda!

Tuesday, January 13, 2015

Konsep Adat Perkawinan Masyarakat Melayu Deli Serdang

Kita semua sebagai makhluk yang telah berakal ataupun dewasa nantinya menjalani suatu hubungan yang sangat sakral, penting atau mengikat yaitu suatu hubungan yang lazim disebut "Pernikahan", Namun taukah anda pada masa dahulu ada beberapa hal atau tahapan adat bagi tiap calon pasangan pengantin yang harus mereka lalui sebelum resmi menjadi pasangan suami-istri, bagi masyarakat khususnya suku Melayu Deli Serdang, adapun proses tahapan-tahapan adat yang harus dilalui oleh pasangan pengantin diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Risik Kecil

Merisik kecil adalah mengutus seorang atau dua orang datang ke keluarga gadis dengan maksud untuk ‘memata-matai’ keadaan seorang gadis. Merisik biasanya dilakukan oleh orang dekat keluarga lelaki, seperti abang ayah kandungnya, atau paman pemuda tersebut. Merisik dilakukan secara tidak resmi, merisik dilakukan dengan  cara sembunyi-sembunyi untuk menghindari rasa malu bila pinangan dari pihak lelaki ditolak.

2.  Jamu Sukat

Jamu sukat atau jamu sukutadalah pemberian sejumlah upah kepada penghulu telangkai atas jerih payahnya dalam melaksanakan tugasnya untuk menyukseskan proses upacara perkawinan mulai dari awal hingga akhir.

3. Risik Besar

Tujuan merisik besar adalah untuk memastikan bahwa gadis yang diminati oleh seorang lelaki atau pemuda masih ‘sendiri’. Ini penting, karena dalam Islam seseorang dilarang meminang tunangan orang lain. Di samping itu, adat ini juga bertujuan untuk menyelidiki latar belakang si gadis, baik yang berkaitan kemahiran dalam mengurus rumah tangga, adab, sopan-santun, tingkah laku, paras rupa serta pengetahuan agamanya.

4.  Meminang

Setelah diketahui bahwa gadis tersebut masih sendiri, pihak keluarga lelaki akan menetapkan hari peminangan. Urusan peminangan akan dilakukan oleh keluarga terdekat pihak lelaki. Meminang ini dilakukan untuk menyatakan tujuan mereka yang sebenarnya secara resmi. Pihak calon pengantin laki-laki dipimpin oleh orang-orang tua yang berpengalaman dan telah berumah tangga. (Sinar, 1994: 65) Pada acara tersebut kedua belah pihak keluarga akan berunding untuk menetapkan tanggal pertunangan. Di samping itu, perbincangan juga membahas hantaran dan jumlah rombongan yang akan datang untuk upacara bertunangan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah persiapan yang akan dilakukan oleh pihak perempuan.

5.  Ikat Janji

Ikat janji adalah acara pengambilan keputusan untuk dibuat sebagai pengikat janji. Isi dari ikat janji itu antara lain :

a.  Berapa besar uang antaran,
b.  Berapa besarnya untuk biaya peralatan pengantin perempuan,
c.  Ikat tanda (biasanya rantai atau cincin),
d.  Pada hari pernikahan berlangsung, sejumlah uang harus disiapkan, seperti untuk uang buka hempang pintu, dan sebagainya.


6.  Akad Nikah


Akad nikah merupakan satu acara paling penting dalam perkawinan masyarakat Melayu yang rata-ratanya beragama Islam. Akad nikah bukanlah merupakan adat, tetapi, lebih kepada ajaran agama dan merupakan puncakkesahihan perkawinan. Akad nikah dijalankan setelah semua perjanjian yang
disepakati telah dilaksanakan oleh pihak lelaki. Perjanjian yang dimaksud seperti uang belanja, mas kawin dan barang lainnya. Di dalam upacara akad nikah, ayah si gadislah yang paling utama untuk menikahkan anaknya. Namun, akad nikah ini dapat diwakilkan kepada wali.

7.  Malam Berinai Curi 




Malam sebelum nikah dilakukan berinai, yaitu pada ujung jari tangan, kuku-kuku dan kaki dibungkus dengan inai (pacar). Inai adalah daun dari sejenis tumbuhan, ditumbuk halus dan dapat mengeluarkan warna merah.

8.  Malam Berinai Kecil

Di dalam berinai ini calon pengantin dihiasi sesuai menurut pakaian perkawinan yaitu laki-laki pakai tengkuluk dan sebagainya,sedangkan pengantin perempuan memakai tudung, semuanya di atas pelaminan masing-masing dan dihadapan sanak famili. Setiap orang yang menepung tawari mencalitkan sedikit inai ke tapak tangan calon pengantin dan nanti jika di kamar barulah diadakan inai yang sebenarnya.

9.  Malam Berinai Besar

Sebelum berinai besar  pihak perempuan mengantar inai kepada pihak pengantin laki-laki. Di dalam  berinai besar  itu oleh pihak calon pengantin, dipanggilah seluruh keluarga. Biasanya pada malam berinai besar juga diadakan pesta berinai, dimeriahkan dengan bunyi-bunyian dan tari-tarian. Dewasa ini demi efisiensi biaya, upacara berinai yang dilaksanakan hanya berinai besar saja.

10. Mengantar Pengantin Laki-laki

Mengantar pengantin laki-laki adalah upacara mengiringi pengantin laki-laki dari rumahnya menuju rumah pengantin perempuan. Orang yang mengantar pengantin laki-laki adalah orang tua dan keluarga dekat si pengantin laki-laki.

11. Hempang Pintu

Hempang pintu adalah dua pria (pemuda) berdiri di kiri dan kanan pintu, masing-masing memegang ujung kain panjang yang direntangkan. Maksud dan tujuan pihak keluarga pengantin perempuan menghadang pengantin laki-laki di depan pintu adalah untuk meminta sesuatu sebagai syarat agar pengantin pria dapat masuk kedalam rumah pengantin wanita.

12. Bersanding

Bersanding adalah acara dimana pengantin laki-laki dan perempuan duduk bersanding dipelaminan. Pada acara ini kedua pengantin duduk dipelaminan ibarat seorang pangeran dan permaisuri sehari. Kedua pengantin dihias sehingga tampak gagah dan cantik mempesona.


13. Tepung Tawar

Makna tepung tawar  adalah memberikan  doa restu bagi kedua pengantin dan seluruh keluarganya agar mendapat kebahagiaan, keselamatan, dan kesejahteraan, di samping itu tepung tawarjuga dimaksudkan sebagai simbol penolakan terhadap segala bala dan gangguan yang mungkin diterimanya kelak.  Jadi, upacara tepung tawar bermakna sebagai doa dan pengharapan. Tepung tawar juga dimaknai sebagai penawar, supaya hidup tidak bertengkar, wabah penyakit tidak menular, semua urusan jadi lancar.

14. Makan Nasi Hadap-hadapan

Upacara makan nasi hadap-hadapan dihadiri oleh perempuan saja dari kedua belah pihak keluarga pengantin, sedangkan laki-laki tidak boleh ikut serta. Kedua pengantin dibawa ke suatu ruangan atau di depan pelaminan yang sudah terhidang nasi hadap-hadapan lengkap dengan lauk-pauk, dan kue. Apabila suami mendapat kepala ayam panggang melambangkan seorang pemimpin yang bertanggung jawab dan apabila istrinya mendapat paha ayam melambangkan sebagai seorang ibu yang akan memberikan keturunan. Acara makan nasi hadaphadapan mengandung arti cinta kasih murni antara istri.

15. Serah Terima Pengantin Laki-laki Kepada Keluarga Pengantin Perempuan


Serah terima pengantin laki-laki kepada keluarga pengantin perempuan adalah acara yang diadakan untuk melepaskan pengantin laki-laki dari keluarganya sendiri dan diantar untuk menjadi bagian dari keluarga pengantin perempuan. Acara ini biasanya juga diisi dengan nasehat- nasehat kepada kedua pengantin, dan sekaligus menyampaikan harapan kepada keluarga pengantin perempuan agar dapat menerima si pengantin laki-laki dengan baik.

16. Mandi Berdimbar

Mandi berdimbar atau juga dikenal dengan mandi berhias adalah mandi yang dilakukan pengantin dengan menggunakan campuran air, bunga, dan beberapa bahan lainnya. Pada mandi berdimbar/berhias ini kadang-kadang terlebih dahulu dilakukan upacara memukul pelepah mayang, memecah telur, kelapa muda, dan mandi bersembur semburan. Orang-orang ramai juga ikut serta bersiram-siraman. Bila terkena siraman air mandi berdibar/berhias,  bagi para pemuda atau gadis, dipercaya akan cepat mendapat jodoh.

17. Sembah Keliling

Acara sembah keliling adalah acara bersalaman dengan orang- orang tua dan segenap keluarga, baik keluarga pria maupaun keluarga wanita atau dalam adat Jawa acara ini disebut dengan istilah sungkeman yang bertujuan untuk mohon restu dan doa dari segenap keluarga yang ada.

18. Naik Halangan (Lepas Pantang)


Beberapa hari setelah malam bersatu diedarkanlah dalam kain putih bersih “tanda kegadisan”(perawan) sang istri kepada mertua perempuan dan wanita-wanita lain sebagai bukti.

19. Meminjam Kedua Pengantin oleh Pihak Keluarga Laki-Laki Kepada Pihak Keluarga Perempuan

Meminjam kedua pengantin oleh pihak keluarga laki-laki kepada pihak keluarga perempuan adalah upacara ditentukannya hari dimana kedua pengantin dipinjamkan kepada keluarga anak beru laki-laki untuk diadakan perayaan di rumah keluarga laki-laki. Kedua pengantin dijemput oleh anak beru(baik pria maupun wanita).

20. Memulangkan Kedua Pengantin Kembali Oleh Pihak Keluarga Laki-laki Kepada Pihak Keluarga Pengantin Perempuan.

Memulangkan Kedua Pengantin Kembali Oleh Pihak Keluarga Laki-laki Kepada Pihak Keluarga Pengantin Perempuan  adalah setelah tiga malam atau lamanya sesuai menurut perjanjian, maka kedua mempelai, baru diantarkan kembali ke rumah orang tua pengantin perempuan, diiringi para anak beru sebagai mana mereka menjemput dahulu. Pengantin perempuan biasanya menerima hadiah dari mertua berupa pakaian lengkap, piring, dan mangkuk.

21. Pengantin Pindah Ke Rumah Sendiri.


Pengantin Pindah Ke Rumah Sendiri adalah acara dimana seorang laki-laki atau seorang suami membawa istri atau keluarganya ke rumah mereka sendiri. Menurut adat dahulu, pengantin laki-laki berdiam diri  atau tinggal menetap di rumah mertuanya kira-kira selama dua tahunlamanya.
Setelah itu baru laki-laki tersebutdapat membawa istrinyapindah ke rumahnya sendiri.

Online Visitors


Popular Posts

Subcribe

Sign up and receive for eNews & Updates post direct to your email.
download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday

My Video