Langkat - DELINEWS : Masyarakat Desa Tanjung Mulia
Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Sumatera Utara, sangat kecewa.
Kekecawaan mereka itu, dikarenakan proyek Pengerasan jalan Dinas PU
Langkat, yang dikerjakan salah satu rekanan di daerah ini, tidak sesuai
dengan ketentuan alias asal jadi.
Padahal proyek bernilai ratusan juta tersebut, menggunakan
dana APBD Langkat 2014 berkisar Rp. 221,5 juta. Yang diperioritaskan
untuk pengerasan jalan sepanjang 1300 X 3 meter, di antaranya pembuatan
leveling, termasuk penutupan lubang dengan LPB kelas "C". Kemudian
melapis badan jalan, dengan LPB kelas yang sama secara padat. Artinya
ketentuan ketebalan lapisan tersebut, maksimal 20 Centimeter dan
termasuk pembersihan parit maupun bahu jalan.
Namun realitanya di lapangan, ketebalan badan jalan yang
dikerjakan rekanan tersebut, diperkirakan hanya berkisar 10 Centimeter
saja atau tidak mencapai standard. Kini kondisi ruas jalan tersebut di
atas, sudah "kupak kapik" dan berlobang ketika ditimpa curahan hujan.
Akhirnya lobang dibadan jalan, berfungsi sebagai tempat
tergenangnya air.
Yang menjadi pertanyaan dan timbulnya kekecewaan masyarakat
di sana. Anggaran 2014 belum berakhir, sementara ruas jalan yang baru
saja selesai dikerjakan rekanan tersebut, kini kupak kapik akibat
dihiasi berbagai ukuran lobang.
Layaknya, rekanan sebagai pelaksana yang dipercayakan
mengerjakan proyek dimaksud, sepertinya tidak mendapatkan pengawasan
ketat pihak Dinas PU Langkat. Sehingga muncul kesan bertendensi negatif,
rekanan yang memperoleh kepercayaan tersebut, bersahaja bekerja sesuka
hati. Dengan catatan,
rekanan bersahaja tidak menjaga mutu dan kualitas kerja. Akhirnya Negara, rentan dirugikan mencapai ratusan juta rupiah.
rekanan bersahaja tidak menjaga mutu dan kualitas kerja. Akhirnya Negara, rentan dirugikan mencapai ratusan juta rupiah.
Masyarakat menyikapi tindakan rekanan, yang tidak terpuji
tersebut. Berharap agar Dinas PU Langkat segera menolak hasil kerja
rekanandimaksud. Serta memerintahkan rekanan terkait, agar proyek
tersebut dikerjakan berdasarkan standarisasi atau diulang. Demi
ketahanan dan kualitas jalan tersebut, sebagai urat nadi perlalulintasan
umum. (By)

