Langkat - DELINEWS : Amiruddin 54, pengemudi beca bermotor
(tanpa Nomor Polisi/plat BK), warga Desa Pulau Banyak Kecamatan
Tanjungpura Langkat. Rabu (24/12) pagi sekitar pukul 11.28 WIB, terpaksa
dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpura di Jalan
Khairil Anwar, guna mendapatkan perawatan secara intensif pihak medis.
Ironisnya, karena kondisi korban beberapa sa'at berada di
RSUD Tanjungpura semakin kritis. Akhirnya korban segera dirujuk
perawatannya ke Rumah Sakit Dr Pirngadi di Medan. Ternyata untung sukar
diraih, malang tak dapat ditolak. Mobil ambulan yang membawa korban,
baru saja melampaui kawasan Sei Dendang Stabat, ternyata sudah tidak
bernyawa lagi. Demikian penjelasan keluarga korban, menjawab pertanyaan Delinews Rabu sore (24/12) pukul 13.39 WIB.
Dikarenakan luka berat yang diderita korban, di bahagian
tempurung kepala dan wajah, tanpa henti mengeluarkan darah sehingga
membasahi permukaan dada maupun perut. Setelah beca bermotor korban yang
sedang membawa penumpang, tiba - tiba sasaran tabrak lari
kendaraan yang belum diketahui Nomor Polisinya. Persis di tikungan maut
Sei Mati, atau tidak seberapa jauh dari Rumah Tahanan Negara (Rutan)
Kota Tanjungura. Perkara tabrak lari ini, segera dilaporkan pihak keluarga korban ke
Kepolisian Resort Langkat, Sektor Hinai di Tanjung Beringin. (SYOFIAN
HSY)
![]() |
| Amiruddin seusai ditabrak lari diangkut ke RSUD Tanjungpura. Kemudian potret beca bermotor korban, berada di pinggir Jalan Lintas Provinsi TKP Sei Mati Cempa Hinai. (DELINEWS/SYOFIAN HSY) |
![]() |
| Korban bersama penumpangnya Rotua Murni Pasaribu 51 dan putrinya Retno Boru Pasaribu 29, ketika menjalani perawatan di RSUD Tanjungpura, di Jalan Khairil Anwar. (DELINEWS/SYOFIAN HSY) |


