Tapi setelah diolah, dibelah, dikeringkan dan
diasapkan(disale) maka penggemar ikan tawar sale tadi peminatnya semakin banyak,
sebab selain untuk campuran berbagai makanan lauk pauk juga amat banyak
dijadikan oleh-oleh untuk dibawa ke Kota karena kualitasnya tahan hingga sampai
setahun.
Salah seorang ibu-ibu Ruma tangga Masyarakat desa Pea
Bumbung memanfaatkan situasi dikala banjir berlalu mengolah ikan air tawar yang
berasal dari hulu sungai dikala menjelang air banjir surut dijadikan ikan sale
yang diasapkan dari puluhan kayu bakar seadanya.
Ikan air tawar yang diolah menjadi ikan sale itu yakni, Ikan
lele, ikan gabus, ikan betik, ikan sepat dan ikan bulan, ikan-ikan tersebut
mempunyai protein yang tinggi sekali.
ibu tersebut saat ditemui wartawan Kamis(4/12)
mengatakan,''kegiatan ini adalah kegiatan rutinitas semata yang dilakukan
semenjak remaja hingga sampai dia beranak cucu untuk menyokong ekonomi,''
katanya.
''ikan tawar ditangkap sendiri oleh anak-anak dan suami
kadang dijual sejumlah anak-anak menggunakan alat tangkap jala dan jaring tahan
kepadanya, kadang hanya pakai tangguk saja,'' ujarnya.
membuat ikan sale bukan hanya dikala akhir surut banjir
saja, dihari-hari biasa siibu dibantu oleh anak-anaknya yang masih sekolah
membantu membuat ikan sale setiap harinya mulai dari menangkap ikan, membelah
ikan, menjemur sesaat dan mengasapkan yang membuatnya butuh waktu seharian
penuh.(Khairuman)

