Binjai - DELINEWS : Jalan Letnan Umar Baki Kota Binjai, yang
bermuara di persimpangan Jalan Perintis Kemerdekaan (Binjai Utara)
menuju Jalan Jenderal Gatot Suroto (Binjai Barat), melintasi kawasan
Cengkeh Turi, Paya Roba, Limau Sundei dan Limau Mungkur. Hampir kurun
waktu setahun terakhir, kian hari kondisinya sangat memperihatinkan
alias mengalami rusak berat. Dan akibat sulitnya dilalui berbagai jenis
kendaraan bermotor, sepanjang ruas jalan tersebut tidak luput
menimbulkan kemacetan berlalu lintas antar ke dua arah berlawanan.
Demikian pantauan Delinews, ketika melakukan penelusuran di urat nadi
perlalulintasan yang kian memburuk kondisinya di sejumlah kawasan
tersebut Kamis (24/12).
Ironinya kondisi ruas jalan yang kian memburuk, disertai sejumlah lobang berbagai ukuran itu tetap saja setiap harinya, dilintasi ratusan truk pengangkut barang. Baik dari arah Kota Medan, Aceh menuju kawasan Langkat Hulu, ataupun sebaliknya. Hal tersebut diakibatkan tiada pilihan lain sebagai pintasan alternatif bagi pemandu kendaraan pengangkut barang jenis truk di sana, untuk mencapai kota tujuan mereka. Mengingat sejumlah jalan masuk, ataupun ke luar di dalam inti Kota Binjai, bertahun sudah "dilarang keras" dilintasi berbagai jenis truk pengangkut barang dimaksud, sebagai upaya pemerintah setempat menghindari timbulnya kemacetan berlalu lintas di sana. Terkecuali bagi kendaraan bermotor angkutan umum yang berukuran mini, ataupun sejenisnya.
Melirik keberadaan ruas Jalan Letnan
Umar Baki demikian vital, sebagai urat nadi perlalulintasan tunggal
yang dikhususkan bagi truk pengangkut barang. Terutama asal Medan, Aceh
yang akan memasuki maupun ke luar menuju kawasan Langkat Hulu
sekitarnya. Sangat diperlukan perhatian khusus Pemeritah Kota Binjai,
melakukan perbaikan serta meningkatkan kualitas Jalan Letnan Umar Baki.
Guna menghindari ketidak nyamanan warga yang bermukim di sepanjang ruas
Jalan Letnan Umar Baki Kota Binjai, dikarenakan polusi berupa debu yang
ditimbulkan truk pengangkut barang, setiap detiknya beterbangan memasuki
sejumlah ruangan perumahan mereka. Ironinya kondisi ruas jalan yang kian memburuk, disertai sejumlah lobang berbagai ukuran itu tetap saja setiap harinya, dilintasi ratusan truk pengangkut barang. Baik dari arah Kota Medan, Aceh menuju kawasan Langkat Hulu, ataupun sebaliknya. Hal tersebut diakibatkan tiada pilihan lain sebagai pintasan alternatif bagi pemandu kendaraan pengangkut barang jenis truk di sana, untuk mencapai kota tujuan mereka. Mengingat sejumlah jalan masuk, ataupun ke luar di dalam inti Kota Binjai, bertahun sudah "dilarang keras" dilintasi berbagai jenis truk pengangkut barang dimaksud, sebagai upaya pemerintah setempat menghindari timbulnya kemacetan berlalu lintas di sana. Terkecuali bagi kendaraan bermotor angkutan umum yang berukuran mini, ataupun sejenisnya.
Sehingga menghindari serangan polusi debu yang berpotensi merusak kesehatan itu, diakibatkan truk pengangkut barang melintasi kawasan permukiman mereka di sana. Sejumlah warga di sepanjang pinggiran Jalan Letnan Umar Baki (khususnya berada di jalur kondisi terparah). Terpaksa setiap harinya menutup pintu, termasuk jendela perumahan, ujar beberapa warga menjawab pertanyaan singkat Delinews sekaligus mengakhiri percakapan. (SYOFIAN HSY)
![]() |
| Ruas Jalan Letnan Umar Baki di kawasan Kelurahan Limau Sundei Kota Binjai, tampak berlubang yang menganga berdiameter 1 x 1 meter. (DELINEWS/SYOFIAN HSY) |

