Langkat - DELINEWS : Proyek pelebaran jalan dan pembuatan
dinding parit kerangka beton/batu, termasuk penimbunan kiri kanan
trotoar, di pinggiran Lintas Provinsi antar Medan - Aceh. Khusus di
beberapa kawasan di Langkat, di antaranya Karangrejo/Sei Dendang
(Stabat), Tanjung Beringin (Hinai) dan Tanjungpura berbatasan dengan
Kecamatan Gebang. Layaknya diterlantarkan, atau bersahaja untuk tidak
maksimal dikerjakan pihak pelaksana, terhitung sejak pertengahan tahun
ini.
Akibat terbengkalainya proyek Jalan Lintas Provinsi
tersebut di atas, terutama bagi pengguna kendaraan bermotor roda dua
yang berlalu lalang siang maupun malam hari. Sangat diperlukan
meningkatkan kewaspadaannya. Mengingat ruas jalan dimaksud tidak sama
datar, alias tinggi rendah karena pelapisan aspal hotmixnya
terbengkalai. Atau pihak pelaksana asal provinsi tersebut, kehabisan
anggaran mensuply bahan baku.
Ironisnya lagi, ungkap salah seorang pengguna kendaraan
bermotor roda empat (mobil), yang kontinu melintasi route tersebut.
Dampak kiri kanan beram trotoar sepanjang jalan lintas provinsi, yang
belum dipadatkan atau ditimbun dengan material pasir termasuk batu
kerikil. Kemudian, mengingat perbandingan ketinggian beram trotoar antar
badan jalan minimal 10 hingga 25 centimeter, dikhawatirkan rawan
kecelakaan bagi pelalulintas.
Harapan pengguna jalan lintas provinsi antar Medan - Aceh,
semoga pemerintah dan institusi terkait di daerah ini "tidak mulup
mata", terhadap proyek terbengkalai tersebut di atas. Dalam upaya
menghindari, timbulnya kecelakaan lalulintas, yang dilatarbelakangi
memburuknya kondite maupun kualitas pembangunan, di era reformasi ini.
(SYOFIAN HSY)

