Langkat - Delinews : Beberapa tokoh masyarakat, yang berdomisili di
kawasan Pasar 5 (A) Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Hinai Langkat. Atau
yang berhampiran seratusan meter, dari pinggiran Jalan Lintas Provinsi
antar Medan - Aceh. Selama dua pekan terakhir ini, terserang penyakit
"bengong" alias penuh teka - teki menghunjam benak mereka. Dikarenakan,
ruas jalan sepanjang kurang lebih 0,5 kilometer (Pasar 5 A) sekitar
kediaman warga, yang mendapatkan proyek "pengerasan" hanya ditimbun
dengan matrial tanah.
Artinya tanpa menggunakan matrial sebagaimana mestinya, seperti pasir
maupun batu kerikil. Herannya lagi gumam tokoh warga Pasar 5 A,
Pelaksana pengerasan jalan tersebut, dipertanyakan warga di sana,
bersahaja tidak transfaran alias mengabaikan pemasangan plank proyek.
SULIT DILALUI
Akibat pengerasan tersebut di atas dikerjakan asal jadi, masyarakat
menghadapi kesulitan berlalulintas di sana karena permukaan jalan kian
licin dan berlumpur. Tak jarang di antara pelalulalang yang menggunakan
sepedamotor, baik hendak ke luar dan masuk menuju Jalan Lintas Provinsi
antar Medan - Aceh, nyaris kecelakaan karenanya ujar para tokoh warga
penuh kekecewaan.
SILUMAN
Delinews yang coba mencari tahu Pelaksana Pengerasan/Penimbunan jalan
dimaksud, hingga akhir pekan (15/11) petang tak kunjung bersua, baik
identitas perusahaan maupun total pembiayaan yang diluncurkan untuk itu.

