Langkat - DELINEWS : Diperkirakan sedikitnya seratusan rumah warga
kelas bawah, termasuk tiga satuan pendidikan, tempat ibadah muslim
dilanda genangan banjir setinggi 40 hingga 50 centimeter, sejak Selasa
(23/12) hingga berita ini disiarkan kepada publik. Demikian Delinews
online, mengutip penjelasan beberapa warga di kawasan banjir, ketika
dihubungi via sambungan telepon genggam, Kamis petang (25/12).
Menjawab pertanyaan Delinews, kawasan pemukiman warga yang terkena serangan banjir tersebut, di antaranya Desa Pantai Cermin sekitarnya. Kemudian dusun Paluh Nipah, Paluh Merbau, Paluh Kusta (Desa Pematang Cengal) hingga menuju Desa Pantai Tapak Kuda. Diprediksi mereka radius genamgan banjir, mencapai 2 kilometer lebih tegasnya memperjelas situasi medan bencana.
Sedangkan satuan pendidikan, yang turut digenangi banjir berketinggian 40 sampai 50 centimeter di sana, antara lain SD Negeri 057758 (Pantai Cermin) di bawah kendali Zulkifli AM.Termasuk Madarasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di dusun Paluh Nipah. Justeru akibat hal tersebut, Zulkifli AM selaku Kepala SD Negeri 057758 Desa Pantai Cermin,segera melaporkan kondisi tempatnya bertugas, ke pihak berwewenang di Kabupaten Langkat, agar diijinkan meliburkan sekolahnya.
Karena sekolah yang dipimpinnya, tidak dapat lagi melaksanakan kegiatan belajar maupun mengajar, disebabkan kebanjiran. Kesimpulannya, tiga hari sebelum waktunya sekolah menjalani liburan semester awal, seusai dilangsungkannya ujian serentak menjelang penutupan tahun ini.
Sementara dua unit satuan pendidikan terendah di Kelurahan Pekan Tanjungpura Langkat, masing - masing SD Negeri 057025 dan 050732, dikabarkan nyaris mengalami peristiwa serupa, tutur warga. Namun banjir yang melanda lingkungan sekolah itu, segera menurun drastis dari ketinggian awal 40-an centimeter.(ZULHAM/y)

