Aceh Singkil-DELINEWS: Tingginya curah hujan sejak sepekan terakhir menyebabkan intensitas air dikawasan pesisir Kabupaten Aceh Singkil terus meningkat. Sejak Selasa (23/12) pagi, genangan air setinggi 20 sentimeter mulai meluas hingga ke jalan raya lintas Singkil-Rimo.
Seperti sebelum-sebelumnya, awal Nopember dan pertengahan Nopember tahun ini, air dikawasan tersebut akan terus meningkat, dan puncaknya akses menuju Ibukota Kabupaten Aceh Singkil terancam putus hingga beberapa hari kedepan.
Banjir kiriman yang sudah menjadi rutinitas akhir tahun di Kabupaten Aceh Singkil disebabkan tingginya curah hujan dari beberapa Kabupaten tetangga, seperti Aceh Tenggara, Aceh Subulussalam hingga Kabupaten Dairi, Phak-Phak Barat dan Tapanuli Tengah Sumatera Utara, yang muaranya hingga ke Pesisir Kabupaten Aceh Singkil karena luapan Kali Alas, Sungai Cinendang dan Sungai Blegen.
Surip (47) warga Selok Aceh Kecamatan Singkil menyebutkan, sejak tiga hari lalu jalur mitigasi evakuasi tsunami menuju Gunung Meriah sudah terputus dan tidak bisa dilalui.
Sementara, 500 meter lebih jalan raya langganan banjir terparah sudah ditimbun setinggi mencapai 1 meter dan bebas banjir. "Jalan ujung bawang yang sering putus sudah bebas banjir, karena sudah ditimbun." Ucapnya
Menurut Surip meski kawasan tersebut bebas banjir, namun disangsikan air bakal meluas kekawasan perumahan bantuan Re-Kompak dan ke Desa Pemuka. Ucap Surip.
Hingga berita ini dikirimkan, sejumlah Pegawai kantor bergegas pulang kantor karena disangsikan ketinggian air semakin meningkat ditambah pasang air laut sejak sore.
Informasi yang dihimpun melalui situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)menunjukkan, intensitas hujan untuk wilayah Kabupaten Aceh Singkil berada dalam posisi sedang, dengan suhu diantara 22-23 derjat celsius, kelembaban 05-90 persen dan Kecepatan angin berada pada 25 kilometer perjam arah Timur.Demikian (Arief)
Seperti sebelum-sebelumnya, awal Nopember dan pertengahan Nopember tahun ini, air dikawasan tersebut akan terus meningkat, dan puncaknya akses menuju Ibukota Kabupaten Aceh Singkil terancam putus hingga beberapa hari kedepan.
Banjir kiriman yang sudah menjadi rutinitas akhir tahun di Kabupaten Aceh Singkil disebabkan tingginya curah hujan dari beberapa Kabupaten tetangga, seperti Aceh Tenggara, Aceh Subulussalam hingga Kabupaten Dairi, Phak-Phak Barat dan Tapanuli Tengah Sumatera Utara, yang muaranya hingga ke Pesisir Kabupaten Aceh Singkil karena luapan Kali Alas, Sungai Cinendang dan Sungai Blegen.
Surip (47) warga Selok Aceh Kecamatan Singkil menyebutkan, sejak tiga hari lalu jalur mitigasi evakuasi tsunami menuju Gunung Meriah sudah terputus dan tidak bisa dilalui.
Sementara, 500 meter lebih jalan raya langganan banjir terparah sudah ditimbun setinggi mencapai 1 meter dan bebas banjir. "Jalan ujung bawang yang sering putus sudah bebas banjir, karena sudah ditimbun." Ucapnya
Menurut Surip meski kawasan tersebut bebas banjir, namun disangsikan air bakal meluas kekawasan perumahan bantuan Re-Kompak dan ke Desa Pemuka. Ucap Surip.
Hingga berita ini dikirimkan, sejumlah Pegawai kantor bergegas pulang kantor karena disangsikan ketinggian air semakin meningkat ditambah pasang air laut sejak sore.
Informasi yang dihimpun melalui situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)menunjukkan, intensitas hujan untuk wilayah Kabupaten Aceh Singkil berada dalam posisi sedang, dengan suhu diantara 22-23 derjat celsius, kelembaban 05-90 persen dan Kecepatan angin berada pada 25 kilometer perjam arah Timur.Demikian (Arief)
![]() |
|
Dua pengendara sepeda motor
melintasi genangan air dikawasan Desa Ujung Bawang melewati Perumahan
Re-Kompak. (Arief Helmy/DELINEWS)
|

