• RSS
  • Twitter
  • Facebook

Banner 468 X 60

Tayangan Berita Terbaik Dirangkum Khusus Untuk Anda!

Tuesday, January 13, 2015

MEMAHAMI MAKNA DOA BAGI ORANG ORANG MUKMIN


Oleh : HAMZAH ZAKARIA
Doa merupakan ungkapan hati yang tulus, bernuansa haqiqi, terlafazkan dengan kalam, tertuju hanya kepada Allah Tuhan yang maha memiliki dan maha pemberi petunjuk. Selain itu, doa juga menggambarkan mohon dan pinta seorang hamba yang lemah, kepada Allah Tuhan Yang Maha Perkasa dengan segala kehendaknya.

Aneka ragam bentuk keinginan dan kehendak diri, datang mengejar hati dan fikiran. Dan tidak sedikit manusia, terperangkap di lingkaran “kelalaian”. Lalai dimaksud, tentu saja dalam pengertian yang sangat luas. Lebih riskan tentunya, jika hati kita lalai kepada Allah. Yaitu Tuhan yang telah menjadikan diri dan kehidupan kita, di atas dunia ini. Sudah barang pasti jika suasana hati  seperti ini, akan menjauhkan kehidupan kita dari cahaya atau rakhmadnya Allah Maha Pencipta alam semesta.


PENTINGNYA DO'A

Allah Maha Pencipta langit dan bumi, serta Yang Maha Memiliki segala - galanya. Allah telah mengkarunia akal dan fikir pada diri manusia. Artinya agar manusia dapat mempergunakannya gua kemaslahatan hidup. Dengan akal dan fikiran, manusia diberi kewenangan dalam berfikir maupun mengambil sikap. Dengan kesimpulan, mampu menentukan pilihan yang benar.

Di sisi lain, kekuatan akal dan fikir yang telah mendapatkan cahaya atau rahmad Allah Subhana Wata'ala, mampu merubah kegelapan menjadi terang benderang. Atau terhadap sesuatu yang tak mungkin berubah, agar mengalami perubahan dan tak dapat kita pungkiri, terkecuali atas izin Allah semata.


Tatkala menghadapi kesulitan hidup, kita sadar bahwa itu bagian dari ujian yang diberikan Allah. Namun sebaliknya, detak jantung disertai kegelisahan di hati, tak dapat dihilangkan. Hal ini disebabkan ketidak sabaran, serta tak mampunya kita memahami makna "tersirat", di balik masalah yang datang.

Itulah diri manusia yang di jadikan Allah, senantiasa dalam keresahan, ketidakpuasan, selalu menuntut kelebihan, penuh keraguan, bimbang dalam keputusan, serta syak wasangka berselimutkan sifat tamak dan loba, maupun lain sebagainya. Ironinya sangat sedikit sekali mensyukuri atas nikmat yang  Allah limpahkan kepadanya.


Jika keadaan diri yang seperti ini, kemanakah kita hendak lari. Untuk menyelamatkan diri kita? Mana kegagahan diri kita, tatkala seperti itu?

Allah memperingatkan kita dalam firmanNya, “Ingatlah kepadaku niscaya aku ingat kamu". "Dan apabila kamu ingat aku, niscaya hati menjadi tenang". "Pintalah olehmu dengan sunguh – sungguh niscaya akan aku kabulkan”. Demikian banyak Allah memberikan jalan terhadap manusia, agar senantiasa di peliharakan dan dilindungi.


Pemahaman terhadap betapa agungNya Allah, dengan segala kesempurna'anNya. Tentu akan menyadarkan kita, betapa dhaifnya manusia dihadapan Allah. Selaras pula dengan pengakuan yang di kalamkanNya “Laa haula wala quata ilabil lahhil aliiyiladzim”


Do'a yang kita panjatkan kepada allah dalam setiap waktu, dimaksudkan juga sebagai hubungan manusia kepada Tuhannya. Do'a wajiblah juga disempurnakan dengan usaha atau aktifitas, agar membuahkan hasil. Allah tidak akan menurunkan emas dari langit, walau tengadah tangan beribu tahun lamanya.

Maksudnya, kalau berdo'a saja tanpa diringi usaha yang sungguh – sungguh, hasilnya nihil. Maka jelaslah do'a saja, tidak akan memberi manfa'at bagi manusia yang hidupnya sepanjang abad bermalas - malasan, alias hanya menanti takdir..

Perlu disadari, berusaha saja tanpa di iringi doa hasilnya tidak memberi keberkahan. Meskipun berhasil, ada saja kendala yang membuat hidupnya terasa tidak nyaman atau sakit. Rezeki yang kita terimapun akan habis sia – sia.



Perlu di ingat, yang boleh berdo'a saja dan tidak dituntut baginya berusaha. Hanyalah bagi orang yang menderita sakit keras, orang tua akibat sudah udzur karena usia, termasuk mengalami kelumpuhan anggota gerak tubuh. Ditambahkan lagi, orang yang diluar Islampun tetap berdo'a dan bekerja sesuai keyakinannya, dengan semboyan "ora et lebora". Konon pula kita yang meyakini Islam sebagai keberkahan karunia dan keselamatan yang "Rakhmatan lil Alamin".

Disadari ataupun tidak, lazimnya do'a sangat dirasakan dapat membangun energi bagi orang mukmin, dalam menghadapi berbagai problema di alam kesaksian atau musyahadah. Akhirul kata penulis mohon diri "Bil lahi bil makruf wassalamualaikum". (y)






Online Visitors


Popular Posts

Subcribe

Sign up and receive for eNews & Updates post direct to your email.
download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday

My Video