• RSS
  • Twitter
  • Facebook

Banner 468 X 60

Tayangan Berita Terbaik Dirangkum Khusus Untuk Anda!

Tuesday, February 3, 2015

Bencana Banjir Tanjungpura dan Dinamika Problema

Catatan : MAULANA MAUDUDI
(Bahagian pertama)

Melirik era "Tempoe Doeloe", seputar kilas balik keberadaan Tanjungpura Kabupaten Langkat sebagai kota bersejarah. Seyogianya tidaklah terlalu berlebihan, atau dikategorikan sangat mengada - ada. Namun penulis merasa terpanggil, untuk mengangkat kisah yang nyaris tenggelam ini, keharibaan publik di manapun kini bersinggasana. Betapa ironi kota bersejarah tersebut, kondisinya kian hari semakin semrawut alias tidak beraturan baik letak maupun tata ruangnya.

Sehingga Kota Tanjungpura, yang pernah menjadi pusat pemerintahan kesultanan Langkat di pertengahan abad ke 18. Ternyata di sa'at menapak usianya ke 265 tahun, Tanjungpura tampak sangat tua renta dan centang prenang. Layaknya, sejuta panorama indah yang pernah dimiliki kota kecil ini, pudar secara terpaksa akibat kurangnya rasa tanggungjawab para pemimpin negeri.

Bermuara ke penuturan Khairuddin alias Adek, yang merupakan salah seorang warga kota di Kelurahan Pekan Tanjungpura. Ada bocoran, betapa semena-menanya pihak terkait di lingkungan kantor Kelurahan Pekan Tanjungpura. Hinga pihak kantor kecamatan setempat, yang nota bene melibatkan Kepala Seksi Trantib.

Realitanya, bersahaja melakukan pembiaran terhadap praktik pembangunan drainase yang ditutup secara permanen, di seputaran perumahan warga wilayah Kelurahan Pekan Tanjungpura.

Sementara steatmen Ketua Bidang Divisi Sosial Kemasyarakatan Central Analisa Strategis (CAS) Langkat, yang dikutip penulis antara lain; "Seyogianya apapun jenis bangunan, baik berupa perumahan toko (ruko) maupun untuk tempat tinggal. Sewajarnya dibangun sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Namun faktanya di lapangan, dibandingkan dengan berbagai macam pembangunan di seputaran Kelurahan Pekan Tanjungpura, yang patut disimpulkan melewati ukuran pembatas, terutama parit dan drainase umum. Sebagai dampak drainase yang ditutupi secara permanen, sudah barang pasti merubah fungsi saluran air tidak mampu mengalir ke tujuan akhir secara maksimal.

Dengan catatan menimbulkan kesulitan sa'at dilakukan kontrol, baik mengenai persampahan dan berbagai macam kotoran. Sedangkan sisi lainnya, air yang tidak dapat mengaliri drainase tersebut secara optimal. Selain drainase menjadi genangan air, kemudian sangat berpotensi sebagai berkembangbiaknya nyamuk egefty dan sumber aroma busuk di pemukiman warga sekitar. (bersambung)


Online Visitors


Popular Posts

Subcribe

Sign up and receive for eNews & Updates post direct to your email.
download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday

My Video