![]() |
| Illustrasi |
SINGKIL - DELINEWSONLINE : Batu Giok Aceh kendati sudah mulai surut pasarannya di Lokal, namun diluar Daerah batu Giok Aceh masih cukup pesat peminatnya, karena selain batu Giok Aceh coraknya bening dan tembus, kadar kekerasannya sangat teruji dan diakui hingga tingkat luar Negeri.
Khairul Amri salah seorang pengrajin batu cincin asal Aceh Singkil Senin(3/8) mengaku Bisnis Batu Giok Aceh untuk luar Aceh seperti Daerah Dumai, Batam Pekan Baru Riau hingga Jambi dalam Kawasan Sumatera masih cukup pesat permintaannya.
''Bila punya modal Batu giok Aceh yang merupakan Cendramata termahal saat ini amat digemari para penduduk luar Aceh, karena kadar kekerasannya sudah sangat diakui dan teruji, walaupun warna Batu Akik Aceh amat jarang berwarna Biru dan Merah(Bloodstone) namun warna bening tembus pandangnya amat disukai penduduk luar daerah maupun luar Negeri sekalipun,'' jelasnya.
Dikatakan, untuk pemasokan keluar daerah konsumen rela membayar Batu Giok Aceh dengan harga berlipat-lipat kendati belum terikat dengan Cincinnya, serta Variasi model selain dalam bentuk Cincin, juga di asah dalam bentuk Liontin dan bentuk mata gelang yang bermacam-macam.
''Untuk memahami situasi kita adakan koordinasi dengan rekan Bisnis atau Link luar Daerah, selain Perekonomian Masyarakatnya sangat mendukung juga penghobi batu Giok Aceh kawasan Kota Minyak itu sangat mendukung,'' ujarnya.
Amri mengatakan, lemahnya daya beli batu Giok Aceh dan batu akik lainnya di Lokal Khususnya Aceh Singkil, karena perekonomian Masyarakat dan penghobi semakin menurun, selain itu sejumlah Masyarakat mengakui Batu Akik tidak lagi musim bila dipakai. ''Peminat juga saat ini bisa dihitung dengan jari, kebanyakan Pegawai Negeri Sipil, sejumlah pengusaha dan Pecinta batu Alam lainnya,'' ujarnya.
Liputan : Khairuman
Editing : DEC and Managing Editor

