Beberapa kasus yang menjadi sorotan mahasiswa bersatu adalah adanya intervensi dari beberapa oknum tertentu kepada KPUD untuk memenangkan salah satu pasangan calon walikota Binjai dan adanya pergerakan para calon walikota untuk melakukan money politik pada Pilkada mendatang, Mahasiswa bersatu juga menyorot biaya Pilkada Kota Binjai yang hampir Rp 15 miliar yang dinilai sangat fantastis untuk pesta demokrasi yang akan berlangsung pada 9 desember 2015 di kota Binjai
Kordinator Mahasiswa Bersatu kota Binjai Yudhi dalam orasinya mengatakan tujuan aksi damai yang dilakukan mahasiswa adalah untuk meminta agar KPUD netral ,tidak berpihak kepada salah satu calon, KPUD harus memverivikasi persyaratan calon walikota sampai ke tingkat bawah ,terutama persyaratan calon mulai dari Ijazah, KTP, Domisili, Kesehatan, harus transparan dan di publikasikan ke masyarakat luas.
Tak cukup hanya disitu mahasiswa bersatu juga meminta agar KPUD Kota Binjai tidak menerima imbalan dalam bentuk apapun yang telah dijanjikan dari salah satu pasangan calon baik itu sebelum atau sesudah pilkada berlangsung ,Mahasiswa juga meminta agar Panwaslu kota Binjai benar-benar profesional dalam menjalankan tugas , bersih tidak memiliki hubungan saudara dengan para calon walikota Binjai
Aksi demo yang dilakukan para mashiswa Kota Binjai ini mendapat tanggapan dari seluruh komisioner KPUD. Ketua KPUD Kota Binjai Heri, spontan menghampiri pengunjuk rasa di depan kantor tempatnya bertugas. Heri mengatakan, akan menindak lanjuti tuntutan mahasiswa .
”Sampai hari ini pihaknya sedang melakukan seleksi ketat terhadap persyaratan mulai dari ijazah, KTP, Domisili dan Kesehatan pasangan calon Walikota , Heri berjanji hasil pemeriksaaan verivikasi data calon walikota akan di publikasikan melalui website dan situs KPUD Kota Binjai. Setelah mendapat penjelasan dari ketua KPUD Kota Binjai para mahasiswa meninggalkan kantor KPUD dengan tertib.
Liputan : Drs M Arifin Pohan
Editing : DEC/MgE

