Menurut Junaidi akibat kabut asap yang kian menebal di permukaan laut, membuat mereka sebagai nelayan merasa khawatir menjalankan aktivitas sebagaimana biasa. Dikarenakan jarak pandang mereka tidak lagi maksimal, untuk menuju sejumlah titik di lautan tempat mereka melakukan penjaringan ikan maupun sejenisnya, tutur Junaidi.
Justeru demikian Junaidi mengakui banyak temannya nelayan, memilih pulang dan mengurungkan niat mereka mencari nafkah di laut. Hingga kondisi jarak pandang mereka, kembali normal sebagaimana biasa atau permukaan laut tanpa dicemari kabut asap. Alasan Junaidi, akibat kabut asap yang menebal di permukaan laut, sangat diragukan terjadinya tabrakan sesama mereka, akhirnya sejumlah nelayan terpaksa memilih pulang demi keselamatan.
Mengingat kondisi jalan dilaut yang diakibatkan kabut asap, jarak dua meter saja sudah tidak kelihatan dan bagaimana kami akan melabuh pak, tutur Junaidi balik bertanya.
Hal yang sama, turut disampaikan seorang nelayan lainnya mengaku bernama Rahmat Hidayat warga Desa Perlis Kecamatan Berandan barat Kabupaten Langkat. Kata Rahmat Hidayat akibat kabut asap pendapatan mereka sebagai nelayan mengalami penurunan drastis. Nelayan berharap, agar pemerintah segera mengatasi kabut asap yang sangat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya para nelayan tradisional seperti kami ini pak, tegasnya pasti.
Liputan : Gunarso Sitorus
Editing : Editor Excutief

