![]() |
| (analisa/kali a harahap) diabadikan: irham marpaung diabadikan beserta ke 2 orangtuanya usai wisuda pada kampus ii uinsu, yang terbaru. |
Dimana ada kemauan di situ ada jalan. Pribahasa ini sempurna ditujukan pada irham marpaung. Kendati berjualan ikan asin buat membiayai kuliahnya pada universitas islam negeri sumatera utara (uinsu). Pria berasal kota tanjungbalai 9 mei 1991 ini tak patah arang.
Dia permanen semangat serta optimis, Bila allah swt memberikan rezeki kepada umatnya walau wajib bersusah payah buat meraihnya.
“yg krusial kita harus rajin dan ingat minta doa di yang kuasa yang maha kuasa dan restu kedua orangtua, supaya apa yang dicapai dapat terlaksana,” istilah irham baru-baru ini, usai mengikuti prosesi wisuda di kapus uinsu, jalan willem iskandar medan estate.
Irham menuturkan, selain berjualan ikan asin, anak bungsu berasal 9 bersaudara pasangan amran marpaung dan asmah bekerja serabutan, yg krusial baginya pekerjaan itu halal. “tidak perlu membuat memalukan, saya juga pernah jualan bakso,” celoteh irham.
Pekerjaan yg dilakoninya lanjut irham, memang sulit sebab wajib membagi waktu antara jualan serta kuliah. Alumni sman i kota tanjungbalai ini pun memulai dagangannya pada wilayah kota medan. Yg akan terjadi dari jualan itu kata irham, dikumpulkan sedikit demi sedikit buat ditabung. “alhamdulilah uang yg ditabung bisa membantu porto kuliah,” pungkasnya.
Irham fakultas dakwah jurusan komunikasi islam ini, menceritakan Jika dirinya memang wajib berdikari. Karena perekonomian keluarga yang tidak memadai. Kendati demikian hal itu tidak membuatnya surut untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.
Saat di bangku kuliah irham terbilang mahasiswa yang cerdas. Terbukti dari nilai ipk selalu tinggi. Akhirnya dia ditawari mengajar di salahsatu Sekolah Menengah kejuruan pada medan. Tawaran itu tidak disia-siakan. Irham kemudian mengajar. Selesainya beberapa tahun lalu mahasiswa stambuk 2011 ini pun balik ke daerah kelahirannya.
30 november 2015 kemudian, beliau menjumpai ke 2 orangtuanya, dan minta restu kalau dia akan diwisuda. Impulsif ke 2 orangtua menangis terharu.”kedua orangtua aku sangat bangga dan bersyukur bila saya akan diwisuda,” ucap irham menirukan ucapan orangtuanya. Akhirnya di hari “h” 30 november 2015, irham marpaung diwisuda beserta 570 wisudawan lainnya di kampus ii uinsu memakai ipk tiga,54 dengan sangat memuaskan.
Disinggung apakah usai diwisuda akan melanjutkan ke jenjang s2 (pascasarjana), irham marpaung ssos.I menyatakan jikalau virtual buat kuliah sangat besar . Hanya saja lanjut irham terkendala biaya kuliah pada pascasarjana itu sangat besar . “Bila berharap dari ekonomi famili tak mungkin, tapi Bila terdapat donatur yang akan membantu kuliah di s2 tentu saya akan bersyukur,” pungkas irham.
Namun demikian, menurutnya, dia akan permanen mengenyam pendidikan setinggi-tingginya karena beliau berkeyakinan, dimana ada niat pasti disitu terdapat jalan. Inshaa allah cita-cita ini akan terleksana dan ridhoi allah, ucapnya. (kali a harahap)
Dia permanen semangat serta optimis, Bila allah swt memberikan rezeki kepada umatnya walau wajib bersusah payah buat meraihnya.
“yg krusial kita harus rajin dan ingat minta doa di yang kuasa yang maha kuasa dan restu kedua orangtua, supaya apa yang dicapai dapat terlaksana,” istilah irham baru-baru ini, usai mengikuti prosesi wisuda di kapus uinsu, jalan willem iskandar medan estate.
Irham menuturkan, selain berjualan ikan asin, anak bungsu berasal 9 bersaudara pasangan amran marpaung dan asmah bekerja serabutan, yg krusial baginya pekerjaan itu halal. “tidak perlu membuat memalukan, saya juga pernah jualan bakso,” celoteh irham.
Pekerjaan yg dilakoninya lanjut irham, memang sulit sebab wajib membagi waktu antara jualan serta kuliah. Alumni sman i kota tanjungbalai ini pun memulai dagangannya pada wilayah kota medan. Yg akan terjadi dari jualan itu kata irham, dikumpulkan sedikit demi sedikit buat ditabung. “alhamdulilah uang yg ditabung bisa membantu porto kuliah,” pungkasnya.
Irham fakultas dakwah jurusan komunikasi islam ini, menceritakan Jika dirinya memang wajib berdikari. Karena perekonomian keluarga yang tidak memadai. Kendati demikian hal itu tidak membuatnya surut untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.
Saat di bangku kuliah irham terbilang mahasiswa yang cerdas. Terbukti dari nilai ipk selalu tinggi. Akhirnya dia ditawari mengajar di salahsatu Sekolah Menengah kejuruan pada medan. Tawaran itu tidak disia-siakan. Irham kemudian mengajar. Selesainya beberapa tahun lalu mahasiswa stambuk 2011 ini pun balik ke daerah kelahirannya.
30 november 2015 kemudian, beliau menjumpai ke 2 orangtuanya, dan minta restu kalau dia akan diwisuda. Impulsif ke 2 orangtua menangis terharu.”kedua orangtua aku sangat bangga dan bersyukur bila saya akan diwisuda,” ucap irham menirukan ucapan orangtuanya. Akhirnya di hari “h” 30 november 2015, irham marpaung diwisuda beserta 570 wisudawan lainnya di kampus ii uinsu memakai ipk tiga,54 dengan sangat memuaskan.
Disinggung apakah usai diwisuda akan melanjutkan ke jenjang s2 (pascasarjana), irham marpaung ssos.I menyatakan jikalau virtual buat kuliah sangat besar . Hanya saja lanjut irham terkendala biaya kuliah pada pascasarjana itu sangat besar . “Bila berharap dari ekonomi famili tak mungkin, tapi Bila terdapat donatur yang akan membantu kuliah di s2 tentu saya akan bersyukur,” pungkas irham.
Namun demikian, menurutnya, dia akan permanen mengenyam pendidikan setinggi-tingginya karena beliau berkeyakinan, dimana ada niat pasti disitu terdapat jalan. Inshaa allah cita-cita ini akan terleksana dan ridhoi allah, ucapnya. (kali a harahap)

