
Penyakit Buerger Deseases menjadi momok bagi para pecandu rokok. Penyakit yang satu ini ditemukan pada pria dengan usia antara 20 dan 40 tahun yang juga merupakan perokok berat. Ironisnya sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit yang langka ini.
Cecep Sopandi (31) warga Kampung Cigombong RT01/09, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Cianjur, hanya tergeletak tak berdaya seraya menahan sakit yang dideritanya.
Berawal dari kebiasaanya merokok, pria ini terpaksa harus menderita penyakit Buerger Deseases. Agar penyakitnya tak menyebar, ia terpaksa harus diamputasi. Tanda-tanda penyakit ini bisa diawali dengan adanya ulkus pada jari-jari tangan atau jari-jari kaki yang disertai dengan perasaan nyeri pada tangan dan kaki.
Ini terjadi akibat dari peradangan arteri-arteri dan vena pada lengan dan tungkai yang menyebabkan pembengkakan pembuluh-pembuluh darah.
"Sudah berbulan-bulan kaki saya mengalami nyeri yang berkepanjangan. Awalnya dari kebiasaan saya banyak merokok, kini kaki saya harus diamputasi," aku Cecep.
Demi mencegah penyebaran kerusakan jaringan akibat kondisi medis ke bagian anggota gerak lainnya, ia terpaksa harus diamputasi.
"Kalau kata dokter akibat nikotin dalam rokok sehingga mengakibatkan suplai pembuluh-pembuluh darah terhenti," jelasnya.
Meskipun keterbatasan dana, ia memaksakan diri berobat daripada penyakit yang dideritanya ini, mebuat ia tersiksa seumur hidup.
"Saya menyesal menjadi pecandu rokok. Memang penyesalan itu selalu datang diakhir, dan menjadi pembelajaran bagi para perokok lainnya," harapnya.
(radar cianjur/fhn/sdf)
