• RSS
  • Twitter
  • Facebook

Banner 468 X 60

Tayangan Berita Terbaik Dirangkum Khusus Untuk Anda!

Saturday, February 21, 2015

"Hallo Indonesia dan Duniaku................."

Ehh… Ketemu Lagi

Oleh : Tony Hermansyah, drg Penjab/Pemred Delinews Online
Salam hormatku kembali menyapa, kalau kemarin kita akrab di dunia media cetak bersama “Suara Buruh Nasional” dan “News Tipikor” namun tanpa meninggalkan kedua media tersebut, hari ini dan kedepannya kusapa Indonesia bahkan Dunia bersama rekan-rekan jurnalisku di situs www.delinewsonline.com sebuah media digital yang mau tidak mau harus dihadirkan untuk mengemban tugas jurnalistik dalam melaksanakan peran sebagai sosial kontrol seiring dengan perkembangan teknologi informatika. Hal ini menyebabkanku menyapa setiap yang membaca situs dengan sapaan Pengunjung.

Pengunjung yang budiman, saat hati nurani kita berkata jujur, harus diakui bahwa ketika Para Idealis bangsa ini begitu giat dan ikhlas menjalankan peran jabatannya sebagai legislatif, judikatif, dan eksekutif saat membangun dan mensejahterakan masyarakat bangsa Indonesia ternyata diantara mereka masih relatif banyak oknum-oknum yang berperilaku sebagai tikus

Dan tikus-tikus kantor terkesan tak lagi takut kepada sang kucing, karena patut diduga Para Tikus sudah mengalokasikan makanan yang dicurinya kepada si kucing sebagai wujud kata “deal” untuk sebuah kolaborasi bahkan ironisnya dengan beribu satu alasan Para Tikus tak segan berpose santai bak seleberitis di depan kamera media elektronik sambil mengucap kata yang patut dikategorikan sebagai pembohongan publik.

Keseluruhan kondisi ini menjadikan kepala Pemimpin negeri ini pusing tujuh keliling, berbagai macam merek “analgesik” mulai dari generik sampai merk paten sudah diminum sesuai dengan anjuran Penasehat, tapi semua menjadi “terasa ada terkatakan tidak”. Reformasi sudah digelar namun lagi-lagi menjadi kebablasan yang akhirnya hampir semuanya nyaris kehilangan bentuk.  

Frustasikah Pemimpin bangsa ini? Oohh..tidak. Ternyata selain kucing sebagai pemangsa tikus adalagi pemangsa lainnya dihadirkan yakni burung hantu. Namun sangat disayangkan, bahwa ternyata ketika si burung menatap tikus dengan ketajaman mata dan instingnya yang kemudian mengepakan sayapnya memburu mangsa, lagi-lagi benturan kepentingan terjadi antara kucing dan burung hantu

Hehehe…masyarakat pun ikut menjadi pusing, gak tau lagi siapa yang menjadi teman subahatnya si tikus, karena kucing dan burung hantu lagi asyik saling mencakar .Jangan-jangan selagi semuanya hanyut dalam tuding menuding, saling “membersihkan” komunitasnya, eh…. si tikus yang lepas dari pengawasan semakin merajalela menggerogoti makanan yang disiapkan untuk rakyat. Tak heran bahwa semua kisah ini, baik nara sumber yang lakonnya membangun maupun cerita tentang tikus tak akan luput dari incaran  Para Jurnalis untuk menaikkan beritanya.

Pengunjung situs yang budiman, ketika kita bicara tentang kelakuan tikus dan pembantunya yang cenderung meningkat,  pertanyaannya adalah; gejala apa ini? Padahal semua sudah diatur dalam undang-undang, juklak dan juknis yang sampai istilah kerennya SOP pun sudah dibuat bahkan sanksi hukum akibat perbuatannya sudah diterapkan, kemudian Para Pakar dibidangnya juga angkat bicara sebagai hasil analisanya terhadap perbuatan hukum si tikus namun lagi-lagi semua terkesan hampa.  

Saranku, jangan tanya pada rumput yang bergoyang, tanyalah pada hati masing-masing sambil muhasabah diri, apakah kita ikut dalam barisan orang-orang yang mendewakan nilai uang sebagai bentuk kesuksesan hidup, atau mengutamakan nilai moral dalam membangun bangsa sebagai gaya hidup?

Pers sebagai salah satu Pilar Demokrasi, dalam menjalankan peran sosial kontrolnya pastilah pikiran, mata, telinga dan jemari Para Jurnalis terus mengikuti jejak yang diduga sebagai tikus kantor, pers sangat akrab dengan informasi. 

Namun sebagai  manusia dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, bisa saja sebagian informasi atau bahkan semua informasi yang diperoleh itu tidak benar, kata kuncinya adalah harus melakukan konfirmasi atas informasi yang diterima keberbagai nara  sumber. Lakukanlah hal ini sebelum menaikkannya dalam bentuk berita. Jurnalis mempunyai hak untuk mendapatkan informasi sesuai amanat UURI tentang Pers.

Bagi nara sumber yang tersenggol namanya atau institusinya untuk dikonfirmasi, janganlah menjadi gerah menerima Para Jurnalis untuk memberi keterangan. Hal ini bertujuan untuk keakuratan dan kebenaran berita. Ketika berita itu tidak benar maka pers sangat menghargai setiap nara sumber berita yang menggunakan hak jawabnya dan langsung ditujukan kepada redaksi media yang bersangkutan.

Apa yang dideskripsikan diatas sewaktu-waktu bisa saja terjadi ke diri kita, maka ketika kita mengalaminya janganlah menyikapinya dengan rasa emosi yang tidak terkontrol sampai kehilangan intelektual atau ketakutan yang menyebabkan trauma psikis. Berserah diri kepada sang Pencipta sambil introspeksi diri secara ikhlas, pasti disana, di hati kita ada jawabnya. 

Tetaplah mengacu kepada peraturan perundang-undangan dalam mengatasi masalah ketika berita yang dinaikkan tidak benar. Langkah awalnya adalah memberikan hak jawab. Jika tidak selesai silakan melanjut ke jalur hukum formal. Selamat berkunjung ke situs kami.

Online Visitors


Popular Posts

Subcribe

Sign up and receive for eNews & Updates post direct to your email.
download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday

My Video