• RSS
  • Twitter
  • Facebook

Banner 468 X 60

Tayangan Berita Terbaik Dirangkum Khusus Untuk Anda!

Saturday, February 14, 2015

Diduga Balai Pengobatan RBK Salah Suntik, Tio Terpaksa Dioperasi

Liputan Khusus : Maulana Maududi

Malang benar nasib Sutio Giono yang aktab dipanggil Tio (31) penduduk Lorong Irian Lingkungan II Implasmen kelurahan Sawit Seberang. Alih-alih ingin mendapatkan pengobatan yang baik, namun apa hendak dikata, suntikan yang diberikan oleh perawat Balai Pengobatan & Rumah Bersalin KELUARGA Sawit Seberang tempat ia mendapatkan suntikan saat mengobati sakit demam yang dideritanya, membuatnya harus menahankan derita dengan merasakan infeksi akibat dari suntikan tersebut.

Menurut keterangan Tio, saat ditemui oleh Mutiara Insani dikediamannya beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa pada tanggal 13 Januari 2015 sekitar pukul 20 an Wib (Selasa Malam Rabu), ia yang saat itu menderita demam, datang ke Balai Pengobatan & Rumah Bersalin KELUARGA yang bertempat di Jalan Besar Sawit Seberang untuk berobat. Dan oleh suster di tempat tersebut, ia diberikan suntikan.

Namun sekembalinya ke rumah, saya merasa bokongnya nyeri dan berdenyut yang akhirnya mengakibatkan kram pada kaki sebelah kanannya, sehingga mengakibatkannya tidak dapat berjalan. Jelas Tio.

Dan setelah hal ini diberitahukan kepada pihak Balai Pengobatan Dan Rumah Bersalin KELUARGA, saya disarankan untuk kembali mendatangi tempat tersebut. Sesampainya saya disitu, dengan memperlihatkan keadaan bekas suntikan pada diri saya, maka sayapun langsung dimissase (diguyer). Ujar Tio.

Berlanjut sekembalinya dari tempat tersebut untuk yang kedua kalinya, namun penderitaan yang saya rasakan akibat bekas suntikan itu, bukannya malah membaik namun malah memperparah kondisi fisik saya yang semakin lemah dan tidak bisa bangun. Ungkap Tio.

Lebih lanjut Tio mengatakan, dengan kenyataan yang ia hadapi itu, membuatnya beserta pihak keluarganya pada hari Minggu (18/1) langsung memeriksakan dirinya ke Rumah Sakit Royal Prima Medan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bertambah parahnya keadaan kesehatan saya akibat suntikan yang saya alami.

Awalnya saya rawat inap selama 5 hari di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Dan diperbolehkan pulang dengan diberikan obat jalan. Namun setelah beberapa hari di rumah, benjolan akibat suntikan dari suster di Balai Pengobatan & Rumah Bersalin Sawit Seberang, kembali membengkak. Dan saya kembali lagi ke Rumah Sakit Royal Prima Medan. Dan setelah melalui pemeriksaan intensif, benjolan tersebut dioperasi oleh team dokter Rumah Sakit Royal Prima Medan. Menurut keterangan dokter yang mengoperasi saya bahwa hasil operasi dari benjolan itu, mengeluarkan nanah dan darah kental.

Dan setelah dikros check oleh Mutiara Insani melalui surat keterangan yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Royal Prima Medan yang ditanda tangani oleh dr Faisal Rozi, SM.Ked (PD,Sp.PD) tertanggal 27 Januari 2015, menyatakan bahwa benar adanya Sutio Giono dirawat di Rumah Sakit Royal Prima disebabkan infeksi.

Dan saat ditanyakan oleh Mutiara Insani, apakah pihak penanggungjawab Balai Pengobatan & Rumah Bersalin KELUARGA Sawit Seberang yang dikepalai oleh dr Dahliana telah melakukan upaya ganti rugi terhadap kerugian moril dan materil yang diderita oleh Sutio Giono, dan yang bersangkutan mengatakan bahwa memang ada dr Dahliana beserta suaminya datang ke rumahnya dengan meminta maaf atas kejadian akibat kesalahan susternya melakukan suntikan. Namun tidak pernah menyinggung masalah ganti rugi akibat derita yang dialami oleh Sutio Giono.

Dan menurut Sutio Giono, adalah sangat naïf buatnya untuk melontarkan hal tersebut. Seharusnya dr Dahliana selaku penanggungjawab di Balai Pengobatan itu, lebih arif untuk mengambil kebijakan. Namun ternyata dengan ketidak profesionalan dr Dahliana dalam memanage tempat usaha kesehatannya itu, yang berakibat fatal terhadap dirinya serta tidak menunjukkan niat baik untuk melakukan ganti rugi kepada Sutio Gino akibat derita yang dihadapi dengan tidak dapat melaksanakan aktifitas kerja sebagai pedagang sayur di pasar Sawit Seberang, hampir sebulan.

Sementara saat Mutiara Insani melakukan konfirmasi kepada pihak penanggungjawab Balai Pengobatan & Rumah Bersalin KELUARGA Sawit Seberang, Jumat (13/2), bertempat di ruang penerimaan tamu lokasi Balai Penobatan tersebut, dr Dahliana yang didampingi Thamrin selaku Humasnya mengatakan, bahwa benar pasien yang bernama Tio disuntik oleh perawatnya dan terjadi pembengkakan setelah disuntik.

Lalu kemudian menurut keterangan dr Dahliana, pasien yang bernama Tio kembali datang dan dimissase (diguyer). Namun yang disesalkan oleh dr Dahliana menurut keterangannya kepada Mutiara Insani, dengan belum sembuhnyanya benjolan tersebut, Tio langsung ke rumah sakit yang berada di Medan untuk memeriksakan penyakitnya, tanpa memberiktahukannya lagi.

Karena kami juga tidak sembarangan melakukan penyuntikan. Dan tetap berkonsultasi dengan dokter yang berkompeten mengontrol kinerja kami. Jelas dr Dahliana.

Akibat dari kejadian ini, isu tak sedappun mengguncang tempat usaha kami ini yang melakukan salah suntik terhadap pasien. Dan berakibat kepada menurun secara drastis pasien-pasien yang berobat ke tempat kami ini. Ujar dr Dahliana.

Dan dr Dahliana juga menegaskan ia dan suaminya telah mendatangi Tio dikediamannya. Dan mereka menyambut baik kedatangan kami dengan rasa kekeluargaan serta tidak lagi mempermasalahkan kejadian salah suntik tersebut. Dan mengenai segala sesuatu yang terkait atas kerugian yang diderita oleh pihak Tio, dr Dahliana menjelaskan bahwa Tio akan menyampaikan beberapa hari setelah kedatangan kami ke rumahnya itu.

Karena menurut dr Dahliana, jika memang Tio menginginkan ganti rugi atas kesalahan yang dilakukan perawatnya atas penyuntikannya, maka seyogianya Tio menyampaikan hal itu kepadanya. Sehingga bisa terjadi proses tawar menawar.

Thamrin selaku Humas Balai Pengobatan & Rumah Bersalin KELUARGA Sawit Seberang juga menimpali dengan mengatakan bahwa, sebenarnya upaya perdamaian secara kekeluargaan telah dilakukan sebaik mungkin. Namun yang mengherankan setelah pihak Tio dan keluarganya dapat memahami keadaan yang terjadi, malah kekisruhan yang tidak kunjung habis akibat disinyalir adanya pihak ketiga yang dengan sengaja memanfaatkan kejadian ini.

“Ini tidak bisa didiamkan, apa sebenarnya mau mereka. Kami punya data otentik berupa rekaman CCTV dengan dua piringan CD terkait pembicaraan dengan TIO di ruangan Balai Pengobatan kami ini. Dan jangan sampai balik kut, karena kami siap menghadapi resiko apapun”. Tantang Thamrin.

Online Visitors


Popular Posts

Subcribe

Sign up and receive for eNews & Updates post direct to your email.
download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday

My Video