• RSS
  • Twitter
  • Facebook

Banner 468 X 60

Tayangan Berita Terbaik Dirangkum Khusus Untuk Anda!

Tuesday, March 10, 2015

Ratusan Warga Usir Kapal Penambang Pasir Laut

Langkat - DELINEWS : Pemerintah Kabupaten Langkat menjelaskan kegiatan kapal tanker di perairan pantai Desa Kwala Besar Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat bukan  sedang melakukan penambangan pasir laut, melainkan melakukan pengorekan beting (endapan pasir). Dan, kegiatan itu atas permintaan warga setempat dengan alasan untuk memudahkan warga nelayan melintasi kawasan tersebut.

Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Tamben) Pemkab Langkat, Iskandar kepada wartawan di Stabat, Senin (9/3) terkait pengusiran kapal Tanker oleh ratusan warga Desa Kwala Besar Kecamatan Secanggang pada akhir pekan kemarin karena diduga melakukan penambangan pasir laut di sekitar desa mereka, akhir pekan kemarin.

Menurut Iskandar, memang ada rencana melakukan penambangan pasir laut di jarak dua mil di kawasan laut Desa Kwala Besar oleh PT Samudra Madia Jaya (SMJ). Namun saat ini kegiatannya masih dalam tahap
ekplorasi atau penelitian, belum masuk tahap penambangan pasir untuk produksi atau eksplotiasi.

Bersamaan dengan kegiatan kapal dari PT SMJ yang sedang melakukan eksplorasi atau penelitian, kata Iskandar, warga bermaksud memanfaatkan kapal tersebut untuk mengeruk beting atau endapan pasir
di perairan yang tidak jauh dari Desa Kwala Besar. Menurut warga, endapan pasir tersebut dirasakan mengganggu karena sampan, boat atau kapal yang mereka pergunakan untuk melaut agak sulit melintasi kawasan tersebut, selalu kandas kecuali bila air pasang.

“Permintaan itu disampaikan warga melalui suratnya yang dikirimkan ke Pemkab. Warga meminta agar beting tersebut dikeruk guna memudahkan jalur lintasan warga yang hendak melaut maupun sebaliknya,” kata
Iskandar sembari menunjukkan surat Media Pebruari 2015 yang ditandatangani sekitar 80-an warga Desa Kwala Besar dan diketahui/ditandatangai Kepala Desa setempat, maupun LPMD.

Kalau kemudian ada warga yang menolak, katanya, tidak masalah. Dihentikan saja karena kegiatan di sekitar beting tersebut sebenarnya bukan merupakan rangkaian kegiatan ekplorasi yang sedang dilakukan PT
SMJ di jarak dua mil dari pantai Desa Kwala Besar. Iskandar menjelaskan, untuk proses ekplorasi (penelitiuan), setidaknya akan memakan waktu sekiutar tiga tahun. Bila hasil penelitian dan kajian tidak ada masalah bila dilakukan penambangan, barulah masuk tahap eksploitasi atau produksi.

“Kalau hasil penelitioan dan kajian ditemukan ada masalah yang tidak memungkinkan dilakukan penambangan, maka rencana penambangan tidak jadi dilakukan,” kata Iskandar yang mengaku pasir laut yang recananya akan ditambang tersebut akan dipergunakan untuk penimbunan kawasan
pengembangan pelabuhan Belawan.

Sementara itu Kepala Kantor Pelayan Terpadu (KPT) Pemkab Langkat, Ikhsan Aprija mengatakan pihaknya belum ada mengeluarkan ijin untuk kagiatan penambangan pasir laut. Bahkan, rekomendasi dari instansi terkait juga dikatakan belum ada diterima pihaknya. “Sampai saat ini kami tidak ada mengeluarkan ijin untuk penambangan pasir laut. Bahkan rekomendasi dari instansi terkait juga belum ada,”
kata Ikhsan saat dikonforimasi di kantornya, Senin (9/3).

Sebagaimana diberitakan harian ini sebelumnya, ratusan warga Desa Kwala Besar Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat terdiri dari kaum ibu, remaja, dan kaum bapak pada Sabtu (7/3) bahu membahu mengunakan sampan, boat, dan kapal-kapal mengusir kapal Tanker yang diduga melakukan penambangan pasir laut di beting perairan dekat desa mereka. Pengusiran tersebut merupakan kali ketika dilakukan warga.

Warga menilai penambangan pasir laut atau pengerukan beting tersebut selain akan berdampak pada tangkapan ikan maupun hasil laut lainnya, juga akan sangat membahayakan desa mereka. Warga mengatakan, beting yang ada di sekitar desa mereka selama ini menjadi  benteng alam bagi
desa dari terjangan ombak laut. 

“Jadi kalau beting tersebut dikerukim maka desa kami yang posisinya dikelilingi laut akan tergerus diterjang ombak, dan bisa jadi kemudian tenggelam. Siapa yang akan menahankan, tentu kami yang telah sejak
dahulu kami tinggal di sisi,” kata warga yang mengaku akan tetap menolak penambangan tersebut meski harus tumpah darah.

Liputan : Prawito 
Editor : Khairul Fata

Online Visitors


Popular Posts

Subcribe

Sign up and receive for eNews & Updates post direct to your email.
download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday

My Video