Binjai - DELINEWS : Aksi rampok sepeda motor konsumen
di kota Binjai
yang dilakukan oknum –okmnum tertentu dari TNI-AD yang mengaku sebagai debt
collector marak terjadi di temgah jalan.musibah ini dialami Julfikar (28) warga Lingkungan I Jalan Manggis Kelurahan Limau Sundai Kecamatan Binjai Barat Minggu
(22/3).
Akibat dari peristiwa tersebut Jullfikar
kehilangan sepeda motor merk Vega Bk.5620.RAN.Radiani (61) orang tua Julfikar
rabu (25/3) kepada Deli News mengaku saat itu anaknya berencana dari Binjai
menuju Medan,,namun sesampainya di Km.12,5 Kampung lalang anak saya dicegat 15
orang berpangkas cepak, 4 orang diantaranya menggunakan seragam loreng TNI-AD
yang mengaku dari shoowrom Adira Finance jalan Hasunuddin Binjai.
Radiani menuturkan sebelum peristiwa tersebut terjadi
dirinya pernah didatangi 3 orang yang mengaku sebagai Wakil Direktur Adira
Finence cabang kota
Binjai serta salah seorang yang selama ini dikenal Radiani sebagai oknum dari
kesetuan Polisi Militer (PM).
Kedatangan mereka kata Radiani terkait soal kredit
macet sepeda motor anaknya,saat itu sudah dilakukan komunikasi persuasiv dengan
perjanjian kesepakatan bahwa tunggakan kredit macet selama 3 bulan akan
dilunasi secepatnya ,namun yang terjadi mereka malah menarik sepeda motor anak
saya ,” kata Radiani.
Hal yang sama juga dialami Adilta dan eka mulia
ningsih bahwa pada hari jum’at (6/3) sekira pukul 10.00.wib dirinya sangat
dikejutkan dengan kehadiran 4 orang laki-laki yang tidak dia kenal, mereka
langsung memepat dan menyetop sepeda motor Supra X BK.4886 RAL yang saat itu
sedang di pakainya akibat dari kejadian itu 4 orang lalki-laki tersebut 3
diantaranya mengaku dari debt colektor showroom Adira cabang kota Binjai ,sedangkan
salah seorangnya mengaku dari oknum TNI-AD dari kesatuan Detasemen Polisi
Militer (Den-Pom) kota Binjai berinisial
Sertu Deni berhasil menyita sepeda motor konsumen.
Menaggapi maraknya penyitaan sepeda motor konsumen di
tengah jalan Tokoh masyarakat kota Binjai
IB.Sembiring meminta kepada Bapak Pangdam I BB May.Jend.Edi Rahmayadi untuk
bertindak tegas kepada oknum bawahannya yang membeking debt collector penyitaan
sepeda motor di kota
Binjai.
Menurut IB Sembiring penyitaan sepeda motor konsumen
harus melibatkan aparat Kepolisian
RI bukan dari oknum TNI-AD
apalagi dari kesetuan PM (Polisi Militer) “ Penagihan dan penyitaaan sepeda
motor konsumen tidak boleh melibatkan Oknum TNI-AD, karena ini adalah domentnya
bagi aparat kepolisian kita jangan melanggar undang-undang dan peraturan yang
berlaku ,” tegas IB Sembiring.
Liputan : Drs M Arifin Pohan
Editor : Khairul Fata
