Palas - DELINEWS : Puluhan mahasiswa yang
tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (DPC PMII Palas) melakukan
aksi unjukrasa ke kantor Bupati Padang Lawas, aksi mahasiswa tersebut menuntutperusahaan
raksasa yang beroperasi di Kabupaten Padang Lawas.
Puluhan
mahasiswa yang mengatasnamakan PMII Palas awal mulanya berkumpul di lapangan
merdeka Sibuhuan dengan membawa sound system dan perlengkapan aksi lainnya
seperti bendera dan spanduk tuntutan kepada perusahaan yang beroperasi di
Palas. Aksi longmarch dilakukan mahasiswa menuju kantor bupati Palas, sesampai
disana mahasiswa tidak
menemui
pejabat yang berwenang menangani tuntutan tersebut, akhirnya massa memutuskan
untuk memblokir jalan simpang ke kantor bupati.
Selang
beberapa jam massa menyampaikan orasi politiknya akhirnya Asisten II
Pemerintahan Palas, Abdurrahim menjumpai para pengunjuk rasa tersebut. Koordinator
aksi PMII Palas, Muda Habibi Hasibuan dalam orasinya mengatakan Pemerintahan
Kab. Padang Lawas agar menyelesaikan sengketa lahan masyarakat dengan
perusahaan-perusahaan yang ada di Palas, dan kami minta agar bupati dan Ketua
DPRD Palas memanggil Pimpinan Permata Hijau Group (PHG).
Agar disesuaikan izin usaha perkebunan, HGU,
Amdal PMKS PHS Menanti, PMKS VAL
Hutalombang
dan Amdal perkebunan PHG karena kami menilai kehadirannya tidak sesuai ijin
yang dipegang dan tidak berkontribusi terhadap PAD kabupaten, ujarnya.
Tambahnya
lagi, diminta kepada Bupati Palas untuk tidak memberikan izin pendirian Pabrik
Kelapa Sawit (PKS) yang bertitik di desa Papaso kecamatan Hutaraja Tinggi
kabupaten Padang Lawas. PC PMII Palas menolak pendirian Pabrik Minyak Kelapa
Sawit (PMKS) di desa Papaso
tersebut.
Asisten
II Pemerintahan Kab. Padang Lawas, Abdurrahim menyatakan bahwa tuntutan
mahasiswa tersebut akan disampaikan secepatnya kepada bupati Kab. Padang Lawas,
H. Ali sutan Harahap dan mengenai tuntutan massa terhadap perusahaan, kita
tunggu prosesnya dan arahan dari bupati, ujarnya sembari menyalam massa satu
persatu.
Setelah
massa selesai menyampaikan orasinya di depan Asisten II massa berbondong-bondong
mendatangi kantor DPRD Palas. sesampai di kantor DPRD Palas, satupun anggota
dewan yang terhormat tersebut tidak ada di kantor pada Kamis (30/4) lalu untuk
menerima aksi massa itu akhirnya terjadi keributan sehingga menimbulkan aksi
dorong mendorong bersama Satpol PP Palas.
Liputan :
Pitra
Editing :
Chief Editor/Tony Hermansyah, drg
Lay Outer :
Khairul Fata, Amd/Ilham Syahputra Barus, SPd
