Pekerja Aceh Peringati “Mayday” 2015
CATATAN : SYAMSUDDIN HALIM
WAKIL PEMIMPIN UMUM DELINEWSONLINE
(Dari Banda Aceh)
![]() |
| Long march dan beberapa poster yang menyampaikan pesan dan harapan buruh kepada Pemerintah dalam aksi dikawasan Simpang Lima Banda Aceh Jum’at (1/5). (DELINEWS – SYAMSUDDIN HALIM) |
Jum ‘at pagi pukul 09.00 WIB, ratusan perwakilan pekerja berbagai organisasi perburuhan se Provinsi
Aceh. Tampak berdesakan memadati halaman dan pelataran Mesjid Raya Baiturrahman sekitarnya, dalam rangka memeriahkan “Mayday” atau memperingati Hari Buruh se
Dunia, tepatnya 1 Mei tahun ini.
Untuk kesekian kalinya “Mesjid Raya
Baiturrahman”, sebagai pilihan para pekerja dan
kaum buruh mengawali start mereka melakukan aksi damai, long march serta berorasi di
kawasan Simpang
Lima Banda Aceh Ibu Kota Provinsi.
Hingga ke titik akhir long march,
menuju halaman gedung Sekertariat Trade Union Care Centre (TUCC).
Yang sebelumnya kaum pekerja dan buruh, beriring – iringan menapak ruas jalan
di depan gedung parlemen di Ibu Kota Pemerintah Provinsi Aceh.
Rekaman peristiwa “Mayday” atau
peringatan Hari Buruh se Dunia 1 Mai tahun ini, pekerja menyampaikan aspirasi dan
orasinya melalui perwakilan mereka
berbendera SBSI Aceh
Tamiang. Mengingatkan, “Presiden Ir Joko Widodo tetap komit dan konsisten, mewujudkan
negara Welfarestate”.
Agar menjalankan Trisakti dan Nawacita, bersama kabinet yang bersih, profesional termasuk Non Transaksional. Dengan catatan agar dimulainya, membangun fondasi revolusi mental. Demikian teriak Anjasmara, dalam orasinya di depan Anggota DPRD Aceh sa’at hadir bersama melakukan aksi diperingatan Mayday di awal bulan ini..
Anjasmara di tempat terpisah menegaskan, lambannya Pemerintah Provinsi Aceh menyelesaikan persmasalahan yang sedang dialami eks pekerja
outsorcing PT Pertamina Aceh Tamiang, terhitung sejak 2011 hingga laporan kegiatan ini ditayangkan media.
Padahal problema tersebut merupakan permasalahan
yang sangat urgen, menyangkut hajat hidup para kaum buruh khususnya di Kabupaten
Aceh Tamiang. Artinya para buruh eks pekerja outsorcing PT Pertamina dimaksud, masih terombang
- ambing tidak memiliki
kepastian atau masa depan yang suram, tutur Anjasmara sebagai petinggi DPC SBSI Aceh Tamiang ,
Harapan Anjasmara kepada pemerintah daerah,
agar membuka mata
hati untuk menyelesaikan persoalan pekerja tersebut, khususnya pada kesempatan dan
ke lima kalinya
peringatan Mayday di tahun ini. Semoga peringatan “Mayday” tidak sekedar
seremonial belaka, melainkan mampu
sebagai instropeksi dan
membangun komitmen. Terutama bagi kalangan stakeholder ketenagakerjaan di
republik ini, khususnya Aceh semoga
melakukan gebrakan ke arah penyelesaian terhadap
masalah yang dihadapi para
buruh.
Lalu berupaya menciptakan berbagai perubahan
secara mendasar, demi mewujudkan kesejahteraan buruh beserta keluarganya. Tanpa mengkesampingkan prioritas, pemberian upah yang layak, penerapan jaminan sosial, penghapusan sistem kerja
outsourcing serta pendidikan berkualitas tanpa membedakan status sosial.
Wawancara Delinewsonline, bersama
Koordinator Lapangan Habibie Inseun diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Hari Buruh se
Dunia di Kota Banda Aceh dihadiri organisasi
pekerja berbagai kabupaten/kota se Propinsi Aceh. Namun tidak menepis kemungkinan, jika Hari Buruh se
Dunia yang disebut “Mayday” itu, berlangsung di beberapa kabupaten/kota di antaranya Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Singkil, Aceh Barat maupun Nagan Raya.
Habibie Inseun dalam wawancara khususnya bersama Delinewsonline, mengakui
hadir dalam kegiatan Mayday tersebut, para guru Honorer, perawat berbagai
rumah sakit, sejumlah pekerja kontruksi Badan Usaha Swasta seperti PT
Lavarge Cement Indonesia (LCI - Persero), PT Migas. Pertamina EP, PT PLN, PT Perkebunan dan PT POS, termasuk Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Aceh
Liputan : Syamsuddin Halim
Editing : Ass
Chief Editor/Editor Excutief
Lay Outer : Khairul Fata, AMd
.png)
.png)
