Rapat dan diskusi antar umat beragama tersebut di pimpin oleh Bupati Aceh Singkil H. Syafriadi SH, didampingi Perwakilan anggota DPRK Aceh Singkil, Dandim 0109 Letkol Arm. Arif Sjaerozy, Kapolres AKBP Anang Triarsono, Sik, Ketua MPU, Ustd H. Rasyidudin BA.
Kegiatan acara yang dilaksanakan pengurus FKUB dan di fasilitasi oleh Bakesbang, Pol dan Linmas itu menghadirkan sejumlah peserta dari ketua/ perwakilan tiap-tiap SKPK, tokoh-tokoh Pemuka Agama, baik Islam, kristiani dan agama lainnya.
Ketua FKUB yang baru terpilih Drs. H. Ramlan yang sebelumnya menyebutkan, Musyawarah dalam forum umat beragama ini dilakukan bertujuan untuk membahas toleransi antar umat beragama serta menyikapi konflik di Kabupaten Tolikara Provinsi Papua atas dampak negatif sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
“Alhamdulillah Kabupaten Aceh Singkil tidak mempunyai dampak negatif atas kasus kekerasan yg terjadi di Kabupaten Tolikara, karena saya rasa masyarakat sudah cerdas menyikapi permasalahan kasus tersebut,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Kapolres AKBP Budi Samekto, Sik, menyampaikan seluruh lapisan Masyarakat harus menguatkan barisan, tentunya mengharapkan seluruh umat dan pimpinan umat untuk tidak ikut kegiatan provokatif yang bisa saja merembet permasalahan yang semakin besar.
Artinya, “saling berkomunikasi antar umat beragama sangat perlu di wujudkan, sehingga apabila terjadi isu-isu yang bisa membuat dampak konflik di tengah-tengah Masyarakat dapat sesegera mungkin di antisipasi,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Dandim 0109, untuk mengantisipasi dampak kasus Tolikara jangan hanya ucapan dimulut semata tapi juga diterapkan dilapangan. Media Sosial yang sewaktu-waktu mencuatkan isu-isu tersebut kita tanggapi secara kepala dingin.
“Karena Apa bila suatu kegiatan bersifat anarkis, TNI dan Polri akan melakukan tindakan tegas, secara persuasif sampai tuntas, untuk itu Masyarakat harus rukun dan damai, jangan mudah terprovokasi sebab, kita mutlak untuk bertoleransi,” imbuhnya.
Bupati Aceh Singkil Safriadi, SH dalam arahannya Sangat bersyukur didaerah Aceh Singkil yang dipimpinnya tidak terjadi konflik apapun terkait sejumlah permasalahan yang terjadi. Safriadi Himbau komponen yang ada dan lembaga, serta komponen masyarakat segera meredam apa-apa yang bisa menjadi pemicu konflik dan mari sama-sama mewaspadai sentimen agama, serta perlunya saling komunikasi. “Kepada seluruh Muspika, Camat-camat dan Kepala Kampung dalam melakukan kewaspadaan kepekaan segera melakukan pencerahan pentingnya kerukunan umat beragama di tengah-tengah Masyarakat.
Beberapa Pendeta menyatakan, saat ini pemeluk agama kristiani 20 Ribu jiwa di Singkil, dan apa bila pembangunan Gereja di Singkil menyalahi aturan menyalahi perbup, kami minta Bupati Aceh Singkil membimbing mereka, bahkan mereka juga mengutuk aksi kekerasan yang terjadi baru-baru ini di kabupaten Tolikara, juga menghujat aksi anarkis tersebut.
Pantauan wartawan, kegiatan Musyawarah dan diskusi tanya jawab berlangsung dengan aman dan tertib, dalam rapat itu diputuskan kesimpulan yang dibacakan oleh Sekdakab Drs. Azmi yakni, Para Camat mengundang para tokoh agama di tiap-tiap Kecamatan untuk saling komunikasi membahas toleransi umat beragama, semua pihak harus mentaati peraturan yang berlaku, terkait pembangunan Gereja di Silulusan Kecamatan Gunung Meriah agar dihentikan untuk sementara waktu.
Seluruh pihak elemen baik Pemerintah maupun Masyarakat diharapkan tetap membangun komunikasi yang harmonis, kepada pemuka agama, adat dan muspika lebih meningkatkan kepekaan terhadap tatanan desa, dan FKUB diharapkan segera membentuk tim untuk menyelesaikan sengketa-sengketa yang terjadi.
Liputan : Khairuman
Editing : DC Editor and Managing Editor
