LANGKAT - DELINEWSONLINE : Setelah berulang kalinya SPBU Jalan Tamrin Pangkalan Berandan mengalami kehabisan suply Bahan Bakar Minyak (BBM), terhitung Rabu siang jelang lebaran hingga Jum’at malam, atau 15 – 17 bulan ini. Hasrizal, SH warga Jalan Kartini Pangkalan Brandan, yang mengaku sebagai pemantau Stok BBM SPBU tuding Pertamina pembohong.
Argumentasi Hasrizal Sarjana Hukum kepada Sub Biro Delinewsonline, melontarkan steatmen bernada keras terhadap Pertamina sebagai pemasok BBM tersebut, sangat beralasan. Mengingat pengalaman pahit sejumlah pengguna kendaraan bermotor, yang sudah beberapa jam mengikuti antrean di SPBU Jalan Thamrin, ternyata harus berbalik arah karena tidak memperoleh BBM. Dikarenakan stok Bahan Bakar Minyak di SPBU tersebut mengalami kehabisan suply, tutur Hasrizal Sarjana Hukum menirukan ucapan operator.
Akhirnya sejumlah pengguna kendaraan bermotor, yang ikut antrean panjang di SPBU Jalan Thamrin terpaksa membubar diri dan pulang dengan penuh kekecewaan. Dampak kekecewaan yang dialami para pengguna kendaraan bermotor, tidak semata – mata harus dibebankan kepada pengelola SPBU, tegas Hasrizal Sarjana Hukum memperjelas kronologi kelangkaan BBM di suasana berlebaran tersebut.
Yang jelas kata Hasrizal Sarjana Hukum, kelangkaan BBM di SPBU Jalan Thamrin Pangkalan Brandan, tidak saja dilatar belakangi lambannya mobil tangki yang membawa pasokan tersebut, tiba di kota tujuan. Namun Pertamina dinilai bersahaja, tidak menepati janjinya untuk menyediakan mobil tangki berisikan BBM, yang katanya akan disiagakan di setiap SPBU guna mengantisifasi kelangkaan dimaksud.
Konsekwensi Pertamina, yang bersahaja tidak mewujudkan janjinya sebagaimana harapan masyarakat Kota Pangkalan Berandan. Tanpa terkecuali, kekecewaan serupa meliputi warga Kecamatan Babalan, Kecamatan Sei Lepan dan Kecamatan Berandan Barat. Patut jika Pertamina dituding telah membohongi masyarakat.
Mengapa tidak, Pertamina yang menjanjikan akan menyediakan mobil tangki berisikan BBM guna menghindari kehabisan Bahan Bakar Minyak di SPBU wilayah Langkat. Ternyata hanya omong doang, alias tidak terlihat kiprahnya untuk itu. Menurut Hasrizal Sarjana Hukum, yang mengaku sebagai pemantau tentang penggadaan BBM SPBU, ia sangat kecewa dengan kinerja Pertamina seperti sekarang ini, ujarnya.
Menyaksikan kinerja Pertamina, mengakibatkan terjadinya kelangkaan BBM di sejumlah SPBU tersebut, merupakan perbuatan pembohongan publik, tandas Hasrizal Sarjana Hukum. Menyikapi buruknya pelayanan Pertamina terhadap kepentingan publik akan BBM, ia meminta agar ke depannya perusahaan pengelola perminyakan dimaksud, mampu menata pola dan kinerja dengan baik. Agar masyarakat tidak menjadi korban kekecewaan, karena mendambakan BBM yang tak kunjung tiba seperti di lebaran Idul Fitri tahun ini.
Menjawab pertanyaan Delinewsonline kata Hasrizal Sarjana Hukum, pihak SPBU sebenarnya sudah banyak membantu masyarakat, khususnya yang membutuhkan Bahan Bakar Minyak dan sepanjang stock di SPBU tersebut masih mungkin untuk didistribusikan.
Padahal kata Hasrizal Sarjana Hukum, SPBU sebagai agen penjualan langsung ke konsumen sebelumnya sudah melakukan pembayaran tunai ke Pertamina, sesuai orderan mereka menyangkut penyediaan BBM. Ironisnya, BBM yang mereka order dan telah dilakukan pembnayaran tunai di depan tersebut, ternyata tidak dikirim ke SPBU mereka tepat waktu.
Hasrizal Sarjana Hukum memperingatkan, jika kejadian seperti itu berlangsung secara terus menerus di masa mendatang. Secara pasti dampak negatif tersebut, biasnya akan mencemari pihak SPBU terkait, mengingat daya serap masyarakat kita yang masih terlalu awam, tuturnya mengakhiri percakapan.
Liputan : Gunarso Sitorus
Editing : Deputy Chief Editor and Managing Editor


