![]() |
| Ilustrasi: Ratusan PKL Monas dengan ratusan lebih personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Administrasi Jakarta Pusat, saling baku lempar batu di Pintu Monas Timur. |
Peristiwa itu memicu kemarahan publik terbaru yang melibatkan "chengguan" atau para petugas manajemen perkotaan, yang menjadi terkenal, khususnya di kalangan masyarakat China karena kerap menyalahgunakan kekuasaannya selagi menegakkan aturan. PKL di China sering beroperasi tanpa izin dan dapat didenda karena melakukan pelanggaran itu.
Saat pasangan penjual buah di kota Hangzhou di Provinsi Zhejiang itu melihat empat orang chengguan berpatroli di kawasan tempat jualan mereka pada Kamis kemarin, pedagang itu langsung masuk ke truk mereka untuk melarikan diri. Ia langsung tancap gas dan tanpa sengaja melintas putra mereka sendiri, lapor Channel 6 TV yang mengutip keterangan sejumlah saksi mata. Sebuah video pemantauan yang ditayangkan stasiun televisi Provinsi Zhejiang menunjukkan sang ayah, yang bermarga Liu, masuk ke kendaraan di sisi pengemudi, sementara anaknya bermain di tanah, tepat di depan roda depan di sisi penumpang. Video itu menujukkan, saat para chengguan mengejar PKL yang lain di sudut jalan, sang ayah mulai melaju dan menabrak anaknya sendiri.
"Ketika saya melintas setelah bekerja, anak itu sudah meninggal, dan mereka berdiri di sekitarnya sambil menangis," kata seorang laki-laki lokal kepada stasiun televisi itu.
Sebuah pernyataan polisi yang dikutip Beijing News mengonfirmasi insiden pada hari Kamis itu dan mengatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
Sejumlah pengguna media sosial di China menanggapi laporan itu dengan kemarahan. Mereka mempertanyakan, mengapa para PKL harus begitu takut terhadap chengguan. "Ini merusak. Mengapa China sangat membutuhkan chengguan?" tulis salah seorang di Sina Weibo, Twitter versi China.
Para pengguna lainnya menuding pasangan pedagang itu karena tidak merawat dengan baik anak mereka. "Kalian tidak bisa hanya menyalahkan chengguan tersebut. Sang ayah hanya peduli dengan dirinya dan bukan anaknya," tulis seorang pengguna.
Pengguna lain menambahkan, "Jika kalian membiarkan anak kalian berada di jalanan setiap hari, bukankah besok-besok dia bisa terlindas mobil? Hal ini sepenuhnya karena kelalaian orangtua."
Dalam salah satu insiden terheboh yang melibatkan chengguan beberapa tahun terakhir, empat orang petugas di Provinsi Hunan telah dijatuhi hukuman penjara tiga setengah tahun dan 11 tahun pada 2013 karena perkara yang menyebabkan seorang PKL penjual semangka tewas. Media lokal melaporkan bahwa para petugas itu memukul PKL tersebut hingga tewas karena dia berdagang tanpa izin. Salah seorang dari petugas itu menghantam kepalanya dengan besi timbangan. (Sumber : kompas.com)

