| Gambar 1, 2, 3 bukti di antara 4 pintu menuju ruang kerja wakil rakyat tertutup untuk publik. (DELINEWSONLINE - PRAWITO) |
Pantauan Delinewsonline apapun alasannya menutup ketiga pintu tersebut di atas, terkesan sangat tidak lazim. Mengingat peristiwa aneh bin ajaib tersebut baru kali ini terjadi, setelah puluhan tahun gedung parlemen dimaksud berdiri dan digunakan untuk kepentingan publik.
Peristiwa aneh tersebut, selain menimbulkan kekecewaan terhadap warga. Penutupan pintu dimaksud, membuat beberapa anggota dewan menggerutu. Dikarenakan mereka harus berkeliling, jika hendak masuk ke dalam gedung menuju ruangan tempat mereka menjalankan tugasnya.
Menurut Wagiman dan Legiono warga Pasar Gunung Kecamatan Secanggang Langkat, “sejak puluhan tahun lalu gedung wakil rakyat tersebut difungsikan. Dan beberapa kali terjadi pergantian pimpinan, termasuk Sekretaris dewan (Sekwan). Baru kali ini, satu pintu yang difungsikan untuk keluar masuk menuju ruang gedung wakil rakyat.
Pertanyaan Wagiman dan Legiono, apa faktor penyebab para wakil rakyat yang berkantor di gedung tersebut, kian ketakutan. Atau mereka tidak sadar, jika gedung tersebut merupakan rumah rakyat dan tidak harus dipersulit bagi masyarakat yang hendak masuk ke dalamnya”. Demikian ungkap warga sa’at menyampaikan kekecewaan mereka, karena terpaksa berkeliling untuk memasuki ruang gedung parlemen di Jalan TA Hamzah Stabat.
Ungkapan senada beberpa anggota DPRD Langkat menyebutkan, “akupun tidak ngerti apa maunya sih kok harus hanya satu pintu yang dibuka, inikan rumah rakyat” tuturnya. Padahal tidak ada selama ini, rakyat yang datang ke gedung dewan tertsebut membuat onar atau anarkhi”. Tegas anggota dewan, yang mengaku harus berkeliling ketika hendak masuk ke dalam ruang gedung parlemen, setelah mengkondisikan mobil mereka di tempat parkir.
Sementara informasi bergulir menyebutkan, penutupan tiga dari empat pintu keluar masuk menuju ruangan gedung wakil rakyat tersebut. Akibat adanya satuan Intel anggota Polres Langkat, tanpa diundang hadir mendengarkan rapim yang sedang berlangsung di gedung dewan.
Konon kabarnya, mengetahui adanya petugas Intel Polres Langkat sebagai ‘orang luar’, turut duduk di dalam gedung mengikuti rapim yang sedang berlangsung. Salah seorang pimpinan dewan spontan naik pitam dan marah – marah tanpa batas.
Sekretaris dewan (Sekwan) DPRD Langkat Basrah Pardomuan Hasibuan ketika dikonfirmasi Rabu (29/7) mengatakan, dasar penutupan tersebut guna mewujudkan ketenangan dan ketentraman para wakil rakyat bekerja. Kemudian, penutupan ketiga pintu di sisi kanan kiri gedung, termasuk di bagian belakang bangunan. Dan memfungsikan hanya pintu utama yang dibuka, bukan merupakan kemauannya tegas Basrah Pardomuan Hasibuan.
Liputan : Prawito
Editing : DEC and Managing Editor
