LANGKAT – DELINEWSONLINE : Suasana di Pasar Tradisional tempat penjualan daging sapi Pangkalan Berandan Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat terlihat sepi. Dikarenakan naiknya harga jual daging sapi. Pedagang daging sapi memilih tidak berjualan karena minat pembeli daging sapi berkurang.
Dari jumlah sepuluh los tempat pedagang untuk menjual daging sapi, kini tinggal dua los yang masih berjualan daging sapi. Itu semua dikarenakan sepinya pembeli.
Lonjakan harga daging sapi terlihat, dari harga daging sapi yang sebelumnya dijual dengan harga seratus ribu rupiah per kilonya. Kini naik menjadi seratus dua puluh ribu rupiah per kilo.
Naiknya harga jual daging sapi di Pasar Tradisional membuat sebahagian masyarakat menjerit. Karena tidak mampu untuk membeli daging sapi tersebut. Menurut Asiah ( 39 ) salah seorang warga saat ditemui DelinewsOnline minggu ( 9/8 ) mengatakan. Tingginya harga daging sapi membuat masyarakat dikalangan menengah kebawah tidak dapat membeli. Dirinya berharap agar pemerintah dapat membantu untuk menurunkan harga jual daging sapi tersebut. Agar masyarakat dapat menikmati daging sapi untuk menambah kebutuhan gizi //.
Pedagang daging sapi terpaksa menaikan harga jual daging sapi, karena harga sapi yang mereka beli juga naik. Menurut Sarul selaku pedagang daging sapi mengatakan. Dampak dari naiknya harga daging sapi membuat minat pembeli menurun. Akibatnya banyak para pedagang daging sapi memilih untuk tidak berjualan. dirinya berharap agar pemerintah dapat menstabilkan harga daging sapi. Sehingga para pedagang daging sapi tidak gulung tikar karena tidak ada pembeli daging sapi.
Liputan : Gunarso Sitorus
Editing : DEC/MgE


