Humas PT PLN Wilayah Sumut, Mustafrizal, mengatakan satu unit pembangkit PLTU Pangkalansusu dengan kapasitas 200 MW rusak karena boiler rusak dan lainnya, sehingga pasokan listrik di Sumut mengalami defisit. Dikatakan, tim dari pembangkit sedang berupaya memperbaiki.
“Akibat kerusakan itu, Sumut akan defisit 200 MW pada malam hari di saat beban puncak, sehingga pemadaman bergilir tak terhindarkan. Sebenarnya kerusakan terjadi sudah cukup lama, namun PLN mendapat bantuan daya dari Inalum Karena itu, pemadaman masih bisa diatasi,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (15/3).
Mustafrizal menyebutkan perbaikan diperkirakan memakan waktu selambat-lambatnya hingga akhir bulan Maret. Namun tim akan bekerja maksimal untuk memperbaikinya, sehingga daya dari satu unit pembangkit tersebut bisa segera masuk sistem.
“Tim yang di lapangan menyebutkan akhir bulan ini akan rampung tapi mudah-mudahan nanti bisa lebih cepat dari perkiraan,” harapnya.
Mustafrizal menyebutkan pemadaman mulai terjadi sejak Senin (14/3) malam dan selama perbaikan pemadaman bergilir akan terjadi di saat beban puncak malam hari dengan durasi hingga tiga jam.Untuk siang hari tidak ada defisit karena beban puncak bisa terpenuhi.
“Dengan keluarnya pasokan dari PLTU Pangkalansusu, maka pasokan listrik sebesar 1.600 MW, sedangkan beban puncak pada malam hari sekitar 1.800 MW. Sementara untuk siang beban sebesar 1.500 MW dan masih bisa terpenuhi,” ujarnya.
Ketika ditanyakan PLN Medan sedang melakukan pemeliharaan jaringan yang berarti juga akan lakukan pemadaman, Mustafrizal hanya menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN Medan dengan tujuan pemadaman tidak terjadi dua kali dengan durasi panjang pada satu wilayah.
“Kami akan koordinasi dengan PLN Medan supaya satu kawasan tidak tumpang tindih pemadamannya,” jelasnya.(wol/aa/waspada/data2)
Editor: AUSTIN TUMENGKOL

