• RSS
  • Twitter
  • Facebook

Banner 468 X 60

Tayangan Berita Terbaik Dirangkum Khusus Untuk Anda!

Thursday, March 17, 2016

Sepeda Motor Adu Domba, Dua Tewas & Satu Sekarat



Kasat Lantas Polres Taput SP Anak Ampun melakukan olah TKP bersama tim di Jalan Raja Johannes Hutabarat.
 


TAPUT – Kecelakaan maut kembali terjadi, kali ini dua unit sepeda motor adu kontra di Jalan Raja Johannes Hutabarat Tarutung-Sipirok Km2-3, Kecamatan Hutabarat, Kamis (10/3) pukul 22.00 WIB. Akibatnya, dua tewas dan satu kritis.

Informasi dihimpun, satu unit sepedamotor Suzuki Satria No Polisi BB 3164 BH yang dikendarai oleh Ricardo Simorangkir (31), warga Desa Simorangkir Habinsaran, Kecamatan Siatas Barita tabrakan dengan satu unit sepedamotor Honda Vario No Polisi BB 6438 BG yang dikendarai oleh Petrus Situmorang (43), warga Desa Parluasan, Kecamatan Sumbul Dairi. Keduanya meninggal di tempat, sedangkan Aslot Sitorus (42) yang berboncengan dengan Petrus mengalami luka cukup serius.

Kasat Lantas AKP SP Anak Ampun ketika ditemui di lokasi menjelaskan, kejadian terjadi berawal saat kedua pengendara sepedamotor itu berjalan berlawanan arah. Dimana pengendara sepedamotor Suzuki datang dari arah Tarutung. Setibanya di TKP, kedua kendaraan tersebut bertrabakan adu kambing. Sehingga sepedamotor yang dikendarai oleh Ricardo terlempar ke beram jalan sebelah kiri arah menuju Sipirok. "Petrus terlempar ke beram jalan sebelah kanan arah Tarutung dan juga meninggal di tempat kejadian. Saat ini sudah dibawa ke kampung halamannya di Dairi," ujarnya.

Sedangkan, Aslot Sitorus yang dibonceng oleh Petrus mengalami luka yang sangat serius dan saat ini sedang dirawat di RSU Tarutung. Saat ini Sat Lantas Polres Taput yang langsung ia pimpin masih melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. Karena pada saat kejadian, tidak ada saksi yang melihat langsung. Namun setelah mendengar adanya suara benturan keras, baru warga sekitar keluar melihat kejadian. Kedua sepedamotor saat ini telah diamankan Lantas Polres Taput serta memeriksa 4 orang saksi.

Sementara itu, para warga di sekitar TKP mengatakan, kejadian kecelakaan tersebut kira-kira pukul 22.00 WIB. Terdengar ada suara sepedamotor dari kedua arah, yakni Tarutung-Sipirok melaju dengan kecepatan tinggi hingga tiba-tiba ada suara kuat seperti suara terbentur. “Kita waktu itu sedang menonton, tapi ada suara sepedamotor melaju kencang dan ada suara benturan.

Akibat benturan keras itu, kita dan warga lainnya keluar, ternyata ada tabrakan dan sepertinnya laga kambing. Kita melihat tiga orang sudah tergelak, satu sebelah kiri dan dua sebelah kanan. Saya sendiri tak berani melihatnya. Darahnya banyak becucuran hingga saya tidak mau mengambil fotonya," ungkap R Lumbantobing.

Sementara itu, di kediaman korban Ricardo yang merupakan seorang PNS dipenuhi isak tangis para sanak saudara dan famili yang datang untuk melihat korban. Bahkan teman sekerjanya dari Kantor Badan Perizinan Taput ikut menetaskan air mata. “Mengapa kamu pergi secepat itu. Kamu tinggalkan kami. Tuhan tolong kami, anak kami ini sangat baik," ungkap orangtua korban.

Menurut keluarga korban, S Simorangkir mengaku jika korban akan disemayamkan pada Minggu (13/3). Korban lainnya Aslot Sitorus saat ditemui di rumah sakit belum bisa dikonfirmasi. Menurut keluarga, korban tidak bisa diganggu karena lagi perawatan. (tul/smg/ril)


Online Visitors


Popular Posts

Subcribe

Sign up and receive for eNews & Updates post direct to your email.
download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday download free blogger template everyday

My Video