Langkat - DELINEWS : Mayat wanita terbujur di bawah pohon
kelapa sawit, milik Perkebunan Tamaran Tanjung Beringin Hinai Langkat,
yang ditemukan warga Kamis pagi sekira pukul 07.30 WIB, (18/12).
Ternyata putri ke lima, pasangan suami isteri Arsyad 49 dan Siti Hawa
46, warga dusun II Desa Pekubuan Kecamatan Tanjungpura.
Demikian Arsyad dan Siti Hawa orang tua kandung korban,
menjawab pertanyaan Delinews online di rumah duka Jum'at sore (19/12).
Sekaligus menjelaskan latar belakang kepergian Zulhija dari rumah
mereka, sehari sebelum putrinya bernasib malang tersebut, menghembuskan
nafas terakhir, secara terpaksa di bawah pohon kelapa sawit Perkebunan
Tamaran.
Pengakuan Arsyad, putri bungsu mereka Zulhija (korban),
merupakan siswa kelas XII/BM ap, SMK (Swasta) Sri Langkat di Jalan TA
Hamzah Tanjungpura. Dibawah Pimpinan Dra Hj Afifah AR dan diperkirakan
akan tamat belajar, sekitar Juni tahun depan. Namun Rabu pagi itu, putri
mereka bersahaja tidak pergi ke sekolah, ujar Arsyad.
Kemudian Rabu sore itulah, Zulhija berpamitan kepada ke dua
orang tuanya, bermaksud menghadiri pesta ulang tahun salah seorang
teman, yang tidak jauh dari kediaman mereka. Akhirnya sejak kepergian
putrinya Rabu sore itu, Zulhija diakui Arsyad memang tidak lagi pulang
ke rumah mereka untuk selamanya. Setelah Kamis siang (19/12) Arsyad
memperoleh kabar putrinya berada di Kantor Polsek Hinai, dalam kondisi
mengenaskan alias tidak bernyawa.
DUGAAN DIPERKOSA
Sementara keterangan terpisah yang dihimpun Delinews online Jumat sore, melalui sambungan telepon genggam ke salah seorang dokter di Rumah Sakit H Adam Malik Medan, yang sedang melakukan autopsi terhadap jenazah korban (Zulhija). Dugaan dokter sementara, korban diduga diperkosa. Dikarenakan hasil penelitian medis "mahkota kewanitaan korban terdapat pendarahan dan luka robek seputar jam "3", "5" dan "7", sembari akhirinya wawancara. (SYOFIAN HSY)
.jpg)
